Program Guru Tugas di Beberapa Pesantren Madura

Advertisement

Ads

Program Guru Tugas di Beberapa Pesantren Madura

Unzilatur Rahmah
Minggu, 29 Juli 2018

Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan sosial milik masyarakat. Keberadaannya tak bisa dilepaskan dari masyarakat Madura.
Setiap daerah di Madura pasti memiliki pesantren. Baik itu pesantren kecil maupun besar. Ia menjadi kepercayaan masyarakat untuk menempa putra-putrinya. Sehingga menjadi pribadi yang siap terjun di masyarakat.


Salah satu bentuk pengabdian pesantren terhadap masyarakat ialah adanya program guru tugas. Program guru tugas ini dilaksanakan oleh pesantren besar. Dengan pesantren atau yayasan pendidikan Islam yang lebih kecil sebagai sasaran.

Program guru tugas diikuti oleh santri akhir pondok pesantren tertentu. Santri akhir maksudnya ialah santri yang sudah lulus dan hendak keluar dari pesantren.

Sebagian pesantren mewajibkan santri akhir tersebut untuk melakukan pengabdian terlebih dahulu. Pengabdian tersebut disebut program guru tugas.

Program guru tugas ini berlangsung selama 1 tahun. Pada tahun ajaran baru, guru tugas disebar ke berbagai daerah di Madura, bahkan ke luar Madura. Khususnya yayasan pendidikan yang bekerjasama dan membutuhkan dukungan guru tugas.
Pada akhir tahun saat dilaksanakan haflatul imtihan, diadakan perpisahan dengan guru tugas. Ada yang diadakan besar-besaran. 

Ada pula yang dilaksanakan secara sederhana dan simbolis. Tergantung keinginan masyarakat dan lembaga tempat santri tersebut mengabdikan diri sebagai guru tugas.

Selama di lokasi tugas, santri merupakan guru bagi masyarakat. Ia menjadi sorotan bahkan panutan. Maka seorang santri yang sedang mengabdi sebagai guru tugas harus menjaga perilakunya. Salah sedikit, akibatnya bisa fatal.

Makanya semua pesantren yang memiliki program guru tugas, pasti melaksanakan pembekalan terlebih dahulu. Bekal ilmu sudah diperoleh selama menjadi santri.

Diantara pesantren yang memiliki program guru tugas ialah Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata. Pesantren Panyeppen dan pesantren Semar Ragang Waru.

Tentu ada banyak serba-serbi pengalaman yang diperoleh santri saat menjalani pengabdian di masyarakat. Mulai dari yang positif hingga negatif.
Pengalaman paling buruk yang bisa diperoleh guru tugas ialah dikembalikan ke pesantren oleh masyarakat sebelum waktunya. Ini dikarenakan santri tersebut melakukan kesalahan fatal selama melaksanakan pengabdian.

Sedangkan pengalaman paling menyenangkan dan positif, ialah saat seorang santri begitu dihormati oleh masyarakat sekitar. Terlebih bila bisa memperoleh calon pendamping hidup si tempat tugas.