Orang Madura yang Ramah

Advertisement

Ads

Orang Madura yang Ramah

Minggu, 15 April 2018

eMadura.com - Salah satu sifat yang terkenal dari masyarakat Madura ialah wataknya yang keras bila dibandingkan suku lain di Indonesia. Nada bicara dan warna suara orang Madura memang cenderung terkesan nge-gas. Sehingga di telinga orang yang belum terbiasa, terdengar seperti orang yang sedang marah. Kebiasaan dan kesan semacam ini sebetulnya muncul, karena orang Madura kalau berbicara memang seperti itu.

Meski demikian, orang Madura dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan masyarakat manapun. Hal ini dibuktikan ketika orang Madura duduk berdampingan dengan orang lain di tempat umum. Meski tidak semua, tapi kebanyakan pasti menyapa. Dari sapaan tersebut kemudian berlanjut pada obrolan ringan seperti hendak kemana, dari mana, pekerjaannya apa dan sebagainya.

Namun yang unik, dari sekian panjang obrolan tersebut, tidak ada orang Madura yang menanyakan nama. Menanyakan nama saat bertemu orang asing di tempat umum, merupakan hal yang canggung bagi masyarakat Madura. Tidak pula berjabat tangan lalu saling menyebutkan nama layaknya budaya berkenalan di Indonesia. Usai ngobrol, berpisah, lalu kemudian kembali menjadi orang asing. Kadang meskipun tahu nama orang baru, tahu dari orang lain.

Selain sikap ramah yang ditunjukkan ketika bertemu orang asing di tempat umum, sikap ramah itu semakin terlihat ketika orang Madura bertemu sesama orang Madura di perantauan. Seakan disatukan oleh solidaritas kesukuan, mereka akan saling membantu dan berbagi satu sama lain. Artinya tidak hanya sebatas berjumpa, ngobrol, kemudian kembali menjadi orang asing. Disempatkan bertanya nama, alamat tinggal, hingga nomor handphone. Karena siapa tahu suatu saat nanti saling membutuhkan bantuan sebagai sesama warga Madura.

Bagi masyarakat Madura, ada istilah prenca. Istilah ini dinisbatkan kepada orang yang mudah bergaul dalam masyarakat. Istilah kerennya adalah low profile. Ketika membicarakan sikap orang, ada orang baru dalam satu lingkungan, pasti yang dinilai pertama kali adalah prenca tidaknya orang tersebut. Kalau dia sulit diajak berkomunikasi, bahkan meski orang yang lain sudah memulai obrolan, itu dianggap sikap yang kurang baik. Sebaliknya, bila orang baru tersebut mudah diajak berbicara dan nyambung dengan topik pembicaraan, itu disebut prenca dan merupakan sikap yang baik.


Sikap ramah orang Madura ini merupakan nilai lebih tersendiri. Meski pada budaya di beberapa negara, tersenyum, menyapa, apalagi mengobrol dengan orang asing, merupakan sesuatu yang tabu. Hal itu tidak berlaku bagi masyarakat Madura.