Ini Sejarah Rukun Famili Sumenep, Ludruk Tertua di Madura

Advertisement

Ads

Ini Sejarah Rukun Famili Sumenep, Ludruk Tertua di Madura

SAKERA MEDIA
Selasa, 06 Maret 2018

Tepat pada tahun 1943 berdiri sebuah organisasi ketoprak di Desa Pagarbatu, Kec. Saronggi, Kab. Sumenep, Madura dengan nama ketoprak Rukun Sentoso, yang dipimpin oleh almarhum Bapak Yudho Prawiro.

Waktu pertama kali berdiri,organisasi ini sangat sederhana sekali, artinya tidak sesempurna sekarang ini walau bagi kami sangat jauh dari sempurna.

Anggotanya pun masih sangat sedikit, tahap demi tahap organisasi ini berbenah diri. Bahkan sesudah tahun 1945, organisasi ini di perkuat lagi oleh orang-orang tertentu yaitu:
 
      1. Almarhum Marlian
      2. Almarhum Alhari alias P.Amsuri
      3. Almarhum Sastro Atmojo
      4. H. Tahir/P. Amya
      5. M. Sanin/P. Sa'atun
      6. P. Antani

Semuanya mendukung untuk majunya organisasi Ketoprak Rukun Sentoso. Pada tahun 1945, orginsasi ini dikoordinir oleh empat bersaudara yaitu:

  1. Almarhum Diporejo alias P. Ezam/mantan Kades pagarbatu
  2. Almarhum Wiroguno alias P.Pakar juga mantan Kades pagarbatu
  3. Almarhum Yudho prawiro mantan Kepala Desa Tanjung
  4. Almarhum Asmoro Sastro pensiun Kepala sekolah

Empat bersaudara ini di dukung oleh putra-putranya,antara lain: Syamsul gani, Abdul pakar, Zaipatmo, Abd.Jalal dan Muhni.

Nah, dengan kompaknya anggota keluarga ini. Nama Ketoprak Rukun Sentoso diubah menjadi Ketoprak Rukun Famili (RUFA) yang hingga saat ini masih eksis.

Anda mungkin ingin tahu siapakah yang menciptakan nama itu?

Semula memang saling tanya,mau diberi nama apa organisasi yang dikoordinir oleh empat bersaudara ini.

Maka akhirnya di tunjuklah putra yang tertua yaitu Syamsul Gani untuk mencari nama yang sesuai dengan organisasi yang disempurnakan.

Karena itulah, maka Syamsul Gani beberapa malam sholat istiharah untuk minta petunjuk kepada Allah SWT. Yang akhirnya dicetuskanlah oleh Syamsul Gani sebagai hasil istiharah yaitu nama Ketoprak Rukun Famili yang di pimpin langsung oleh Bapak Yudho Prawiro yang pada waktu itu tepat pada tahun 1947.
 
Rukun Famili mengalami kemajuan yang sangat pesat diukur dijaman itu. Bahkan di tahun 1950, Rukun Famili sudah menjelajah di jawa timur, antara lain:Probolinggo, Besuki dan Panarukan.

Semua tahu dan mengerti bahwa jalan tidak selalu mulus untuk di lewati, terkadang mendaki,menurun dan kadang juga membelok. Cuacapun tidak selalu cerah,kadang bergelantungan awan kelabu yang juga meresahkan persaan.

Maka demikian juga pesatnya kemajuan RUFA tidak mungkin selalu mulus.tentunya hambatan dan rintangan sering juga terpampang dihadapanya.

Hal ini terbukti, yaitu pada tahun 1955 RUFA harus pecah menjadi dua.yaitu Rukun Famili dan Rukun Muda yang di pimpin oleh Bapak Wiro Guno/Pak Pakar.

Waktu berjalan terus,begitu juga walau hambatan dan rintangan mulai terpampamg di hadapan Rukun Famili. Namun Rufa tetap berjalan menurut rilnya sendiri. Bahkan dengan berdirinya Rukun Muda menjadi cambuk untuk bergerak lebih cepat.

Yang memang dengan adanya saingan Rukun Famili makin maju pesat.Penjelajahan jawa dan madura seakan-akan sudah tak asing lagi. Nama Rukun Famili mulai terkenal di sebagian besar wilayah jawa timur pantai utara.

Cuaca tidak selalu cerah, Awan hitam mulai pekat menebal. Demikian juga Rufa, di saat-saat majunya dengan pesat, Rukun Famili harus pecah lagi yaitu dengan Ketoprak Seni Remaja yang di pimpin oleh Bapak Asmoro sastro, tepatnya di tahun 1963.

Rukun Famili mengakui bahwa di saat-saat tancap gas dalam laju pesatnya RUFA waktu itu dengan lahirnya Seni Remaja. Rukun Famili mulai mengecilkan gas lagi,yaitu dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan-kekuatan baru yang maksudnya mengimbangi kemajuan Seni Remaja yang baru lahir.

Setahap demi tahap Rufa mulai membenahi kekurangan-kekurangan disana-sini.Selaras dengan majunya jaman dan seirama dengan pesatnya teknologi, Rufa juga di tuntut untuk melengkapi permainan-permainananya dengan tekhnis-tekhnis yang baru.

Justru dengan banyaknya saingan yang asalnya dari Rukun Famili, memberi dukungan bagi warga RUFA untuk lebih melengkapi tekhnis baru di dalam permainanannya.

Walaupun Rukun Famili pecah menjadi beberapa organisasi baru, bahkan juga pecah menjadi organisasi yang bernama Ketoprak Banjir Dunia dengan pimpinan saudara Sahib.

Namun RUFA berjalan dengan lancar seakan-akan tidak peduli adanya rintangan dan hambatan yang terpampang dihadapannya.

Di saat-saat Rukun Famili memadu untuk mengejar kemajuan di dalam kemjuan tekhnis, Rufa harus menjumpai suatu hambatan lagi dengan pecahnya menjadi Ketoprak Rukun Karya yang di pimpin oleh saudara Suharun pada tahun 1977.
   
Namun Rukun Famili tetap berdiri dengan kokoh dan tetap di pimpin oleh Bapak Yudho Prawiro.
Makin lama Rufa makin terkenal baik di jawa maupun di madura.

Di saat-saat masa keemasan Rufa, terjadilah suatu musibah yaitu wafatnya Bapak Yudho Prawiro pimpinan Rukun Famili di tahun 1982.

Maka untuk melanjutkan suatu kesenian yang telah dirintis beliau.Agar tidak mengecewakan simpatisan dan penggemar yang telah berakar disana-sini baik jawa maupun madura.Maka dipilihlah sebagai pengganti pimpinan yang baru,yaitu putra almarhum Bapak Yudho Prawiro. Bapak H.Mas'odi dengan gelar Yudho Prawiro yang kedua.yang sampai saat ini masih tetap eksis.

Berikut video Sejarah Rukun Famili (RUFA)   


Sumber: rukunfamili.blogspot.co.id
Video: Facebook Hendra Fajaristian