Masyarakat Madura dalam Memanfaatkan Daun Kelapa

Advertisement

Ads

Masyarakat Madura dalam Memanfaatkan Daun Kelapa

Sabtu, 16 Desember 2017

Di tangan orang-orang kreatif, tidak ada bahan dari alam yang terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu. Termasuk juga daun kelapa. Daun kelapa dalam Bahasa Madura disebut ompai atau jhânur, memiliki manfaat yang sangat banyak. Apalagi bila berada di tangan masyarakat Madura yang memang cenderung kreatif. Daun kelapa baik yang sudah tua atau masih muda, memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berikut cara masyarakat Madura dalam memanfaatkan daun kelapa:

Janur Dianyam Menjadi Ketupat
Daun kelapa yang masih muda atau janur, biasanya dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Ketupat banyak kita temui pada lebaran ketupat (H+7 hari raya idul fitri). Masyarakat berbondong-bondong membuat rangka ketupat untuk dimasak sendiri dan untuk dijual. Untuk ketupat sendiri, selain terbuat dari janur daun kelapa, juga ada yang terbuat dari janur daun siwalan. Bagi masyarakat Madura di daerah yang biasa membuat ketupat, bisa membuat ketupat itu wajib hukumnya.

Memanfaatkan Lidi dari Daun Sebagai Sapu Lidi
Siapa yang tidak kenal sapu lidi? Semua orang Indonesia pasti mengenalnya. Sapu lidi biasa digunakan untuk menyapu halaman. Pada jaman dulu, saat masih belum ada sapu ijuk, sapu lidi juga digunakan untuk menyapu lantai. Sapu lidi terbuat dari lidi daun kelapa. Di bagian punggung daun kelapa biasanya terdapat ruas lidi yang bisa dimanfaatkan menjadi sapu lidi. Pada zaman modern, lidi tidak dimanfaatkan sebagai sapu. Tetapi juga kerajinan tangan bernilai seni dan ekonomi tinggi. Hanya saja di kalangan masyarakat Madura, kerajinan modern masih belum tersentuh.

Mengayam Daun Tua Menjadi Kidhâng
Kidhâng merupakan sejenis perabotan anyaman yang terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, bahkan sudah menguning. Kidhâng biasanya digunakan sebagai atap non-permanen pelindung dari panas, serta alas untuk menjemur aneka kripik. Penggunaan Kidhâng memang tidak permanen. Sebab daun kelapa lebih mudah rusak bisa sering terkena air dan panas. Bila sudah rusak harus diganti dengan yang baru.

Menjadikan Daun Kelapa Sebagai Pakan Ternak
Pada musim kemarau, pakan ternak di Madura khususnya sapi dan kambing menjadi sulit sekali didapat. Terutama daerah yang tidak memilki pengairan sepanjang tahun, atau hanya mengandalkan pengairan dari air hujan. Ketika pakan ternak sulit didapat, daun kelapa lah solusinya. Bila hendak diberikan pada sapi, daun terlebih dahulu diraus disisihkan dari lidinya. Daun kelapa yang sudah berbentuk kecil-kecil seperti rumput baru bisa diberikan pada sapi. Sedangkan untuk kambing, batang daun cukup dipotong-potong kurang lebih berukuran ¼ m, lalu digantung di depan kambing.

Memanfaatkan Klaréh Sebagai Bahan Menyulut Api di Tungku (Parodibhân)
Bahkan daun kelapa kering pun begitu bermanfaat bagi masyarakat Madura. Daun yang sudah kering bisa dimanfaatkan sebagai bahan menyulut api di tungku. Masyarakat Madura menyebutnya dengan istilah parodibhân. Parodibhân yang terbuat dari daun kelapa kering lebih mudah terbakar, tetapi juga tidak cepat habis dilalap api sebagaimana daun pisang kering.  


Itulah cara masyarakat Madura dalam memanfaatkan daun kelapa. Cukup kreatif bukan? Pemanfaatan tersebut memang tidak selalu bernilai ekonomi tinggi, namun setidaknya daun kelapa tidak terbuang begitu saja dan menjadi sampah yang mengganggu kebersihan lingkungan.