Buah, Salah Satu Sajian Khas Maulid Nabi

Advertisement

Ads

Buah, Salah Satu Sajian Khas Maulid Nabi

Unzilatur Rahmah
Minggu, 10 Desember 2017


Tepat pada akhir bulan Nopember 2017, menjadi awal pembukaan bulan Rabiul Awal 1439 H. Bagi masyarakat Madura, bulan Rabiul Awal lebih dikenal dengan bulan maulud. Sebab di bulan inilah, Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Makkah. Dan sebagian besar masyarakat Madura merayakannya. Perayaan maulid Nabi menjadi satu tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Mengingat sejarah perayaan maulid di masyarakat Madura sendiri telah diwariskan secara turun temurun.

Ada beragam cara yang dilakukan masyarakat dalam merayakan maulid nabi. Namun perayaan maulid tidak pernah lepas dari tradisi pembacaan shalawat barzanjih. Shalawat yang berisi puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW dan ahlul bait. Pada beberapa tahun terakhir, perayaan maulid menuai pro-kontra di kalangan umat muslim sendiri. Ada yang menganggap bid’ah. Namun bagi yang merayakannya merupakan sebuah sunnah.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, ada salah satu kebiasaan unik dalam perayaan maulid yang dilaksanakan di masyarakat Madura. Kebiasaan tersebut terdapat dalam sajian ketika perayaan maulid yang bernuansa buah-buahan. Selain makanan pokok, lauk dan kue, masih ada tambahan sajian berupa buah-buahan. Bahkan buah-buahan seakan menjadi simbol suatu perayaan maulid Nabi. Di sebagian pikiran masyarakat awam, kalau tidak ada buah-buahan, perayaan maulid serasa kurang sempurna.

Ragam buah-buahan yang disajikan ada yang diletakkan dalam wadah besar, untuk dinikmati bersama usai pembacaan doa. Ada juga yang diletakkan di dalam bherkat atau oleh-oleh untuk undangan atau orang yang mengadiri perayaan maulid. Terlepas dari urusan niat orang yang menyediakan buah-buahan saat perayaan maulid, hingga saat ini buah-buahan memang selalu menjadi primadona bagi para hadirin. Buah menjadi salah satu menu tambahan yang tentu menambah asupan nutrisi masyarakat Madura yang kebanyakan memang sedikit sekali makan buah. Sehingga pada bulan maulid, menjadi berkah tersendiri karena masyarakat Madura memiliki kesempatan makan buah lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lain.