Vitalitas Momentum Maulid Nabi Tingkatkan Harmonisasi Masyarakat

Advertisement

Ads

Vitalitas Momentum Maulid Nabi Tingkatkan Harmonisasi Masyarakat

Aminullah
Senin, 19 Desember 2016

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan serangkaian upacara suci, doa atau Shalawat yang dilantunkan oleh segenap umat islam di berbagai penjuru negeri. Rangkaian tersebut terkesan sangat unik, bernuansa tradisional sesuai dengan wilayah yang memiliki khas atau cara memperingatinya. Umat islam merayakan hari kelahiran beliau untuk melekatkan rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam serta upaya untuk menghormati, meneladani, dan doa mendapatkan syafaat Nabi Mohammad SAW.

Mencintai Nabi Muhammad dengan banyak bershalawat dan berdoa bagian dari sikap batin umat islam sebagai hamba yang beriman, bertakwa, dan beribadah kepada Allah. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dapat melimpahkan barokah yang sangat istimewa. Harapan utama umat islam adalah syafaat dari Nabi Muhammad SAW supaya mereka dapat bersua, disambut bahagia, dan selalu bersamanya di surga kelak.

Umat islam merasa kurang nikmat apabila tanpa meungucapkan pujian atau shalawat terhadap penyebar agama islam penuh dengan kekayaan mukjizatnya serta suri teladan bagi sesama. Karena beliau telah menyelamatkan serta meluruskan jalan lika-liku umatnya kepada ranah yang benar, sopan, berakhlak mulia serta tak lupa menunaikan segala kewajiban ibada yang menjadikan umat memiliki bukti cinta dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: Ayat 56).

Keagungan Nabi Muhammad bukan hanya sifat kesempurnaan dirinya sebagai manusia makhluk Allah. Tapi, kepribadian beliau juga memegang konsepsi hidup dalam menumbuhkan persaudaraan, ramah, sopan, toleransi, penuh kasih sayang bagi seluruh umat manusia.

"Bukankah sifat-sifat Nabi yang pemurah, penyabar, pengasih, selalu bermanis durja, merupakan pribadi yang menjelmakan mukjizat". Kata sejarawan Mesir kontemporer.

Masyarakat umum Madura dalam merayakan maulid Nabi Muhammad sengaja meciptakan nuansa baru dan unik yang dipraktikkan dari berbagai wilayah. Momen peringatan ini dikonsep dengan semeriah mungkin sehingga seluruh lapisan masyarakat termotivasi untuk berpartisipasi pada setiap kegiatan. Tradisi uniknya di tengah peringatan maulid Nabi antara lain kompetisi sepak bola tingkat santri, undian sembako di lingkungan masyarakat sosial dan masih ada tradisi lain yang tak kalah pentingnnya. Yaitu kegiatan sederhana "Masyarakat Bershalawat" yang dijalankan setiap hari secara bergilir dari rumah ke rumah yang lain hingga pada puncak momen Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bunculnya tradisi tersebut, tersebar di daerah Pamekasan Madura di ujung 2016 M. Segala upaya yang dilakukan oleh masyarakat Pamekasan merupakan sikap keyakinan diri untuk mengejawantahkan rasa cinta, hormat, dan taat untuk meneladani keagungan pribadi beliau yang cukup istimewa bagi umatnya baik di dunia maupun di akhirat.

Perayaan maulid Nabi era 1438 H terbukti ibarat hari lebaran (Hari Raya Idul Fitri). Bahkan dapat dikatakan lebih meriah daripada hari lebaran. Banyak masyarakat rantau yang terpaksa pulang kampung hanya satu alasan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan keluarga besar, kelompok masyarakat kampung sendiri ataupun masyarakat kampung lain. Momen peringatan Maulid Nabi memang sudah menjadi bagian dari anugerah yang membawa berkah, memberikan manfaat dan syafaat kepada umatnya.

Praktik tradisi peringatan tersebut, tentu sangat tepat mendominasi jiwa kental masyarakat Madura untuk meningkatkan kasih sayang terhadap Nabi Muhammad SAW. Ajaran yang sedang dijalankannya akan semakin vital dan lebih baik. Dari sisi lain, praktik tradisi yang unik dapat menumbuhkan sikap toleransi masyarakat dan meningkatkan sikap harmonis yang sangat sosialis.

Penulis:
Abdul Rafi_Pamekasan

Alumnus. PBSI_FKIP Unisma