Nasi Kobel; Nasi Kasih Sayang

Advertisement

Ads

Nasi Kobel; Nasi Kasih Sayang

SAKERA MEDIA
Kamis, 04 Agustus 2016

Jika kita melewati kota sampang menuju arah Kota Pamekasan, mulai dari Wisata Pantai Camplong kita akan menjumpai warung-warung kecil dipinggir jalan yang menyajikan nasi Kobel.

Seperti apa itu Nasi Kobel? Nasi kobel memang hanya menu makanan yang sangat sederhana. Hanya nasi, beberapa ikan laut, parutan kelapa dan sambal “Buje Cabbih” (Garam dan Cabe yang di ulek tanpa air) kemudian dibungkus daun pisang. Yang menjadi ciri khas dari nasi ini adalah parutan kelapa yang biasa disebut dengan serundeng tidak disangrai atau dikukus seperti biasanya, tapi dipanggang di atas cobek. Jadi nggak heran kalau rasanya khas banget…

Historisnya nih, Nasi Kobel ini merupakan kepanjangan dari Korang Abhelih (Kalau Kurang, segera kembali). Dulu, nasi kobel ini adalah nasi yang dibuat oleh para istri nelayan untuk suaminya yang akan melaut. Istilah Nasi Kobel (Korang Abhelih) menyiratkan harapan para istri agar para pelaut itu segera kembali ketika urusan di laut telah selesai.

Kini, ketika kenikmatan nasi kobel telah diproduksi secara massal dan diperjualbelikan, makna Korang Abhelih (Kobel) tak lagi menyiratkan makna kasih sayang sang istri kepada suami, tapi lebih pada makna komersil “jika anda kurang, silahkan kembali”.

Bagi teman-teman yang ingin menikmati bagaimana khasnya nasi kobel ini, bisa langsung mendatangi warung-warung kecil pinggir jalan sepanjang jalan Pantai Camplong-pamekasan. Pemandangan pantai yang menghiasi sepanjang jalan perbatasan Sampang-Pamekasan menjadi eksotisme tersendiri yang menambah kekhasan nasi Kobel (Korang Abhelih) ini. yukk dicoba.