Celurit Sebagai Simbol Kejantanan sekaligus Representasi Posisi Perempuan

Advertisement

Ads

Celurit Sebagai Simbol Kejantanan sekaligus Representasi Posisi Perempuan

Aminullah
Rabu, 27 Juli 2016

Celurit Sebagai Simbol Kejantanan sekaligus Representasi Posisi Perempuan Menurut budayawan D Zawawi Imran atau yang biasa dikenal dengan sebutan si celurit emas, celurit sebenarnya bukan merupakan benda criminal tapi merupakan benda cultural.

Celurit yang bentuknya menyerupai tanda tanya merupakan symbol dari rasa ingin tahu. Dipandang dari sudut budaya ia lebih penting dari tanda seru yang mirip pentungan karet. Tanda seru adalah milik orang-orang lemah yang hanya bisa meminta, juga milik orang-orang otoriter yg kerjanya hanya menyuruh dan membentak.

Di Madura, celurit merupakan senjata yang dijadikan sebagai lambang kejantanan. Hal ini disebabkan celurit merupakan besi bengkok yang menyerupai tulang rusuk. Masyarakat tradisional Madura menganggap bahwa tulang rusuk laki-laki barisan kiri kurang jumlahnya, tidak lengkap seperti jumlah barisan tulang rusuk bagian kanan.

Hal ini disebabkan sepotong tulang rusuk tersebut telah diambil dan dijelmakan menjadi perempuan. Untuk memenuhi kekurangan itu, seorang laki-laki akan utuh setelah dilengkapi besi bengkok mirip tulang rusuk (celurit).

Karena itu pulalah, perempuan memiliki kedudukan dan posisi yang istimewa dan terlindungi. Maskulinitas Laki-laki seolah tidak lengkap jika tak ada perempuan di sisinya. Perempuan dianggap sebagai awal kehidupan, tapi juga sekaligus bantalla pate (alas kematian).

Dalam ungkapan yang lain, tindakan mengganggu istri juga disebut sebagai agaja’ nyaba yang pengertiannya sama dengan tindakan mempertaruhkan atau mempermainkan nyawa. So, jangan “main-main” ya dengan istri atau anak gadis orang Madura.


Penulis : Orien Nisya.