Pendidikan Anak Berdasarkan Nasihat Luqman dalam Al-Qur’an

Advertisement

Ads

Pendidikan Anak Berdasarkan Nasihat Luqman dalam Al-Qur’an

Senin, 06 Juni 2016

Luqman merupakan salah satu nama yang termaktub dalam Al-Qur’an. Begitu inspiratifnya, namanya tertulis dalam satu nama surat dalam Al-Qur’an, yakni surat Luqman. Dalam Kitab Bidayah Wannihayah karya Ibu Katsir, nama lengkap Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Lebih dari itu, ada banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari Al-Qur’an, khususnya dalam surat Luqman. Salah satunya ialah dalam bidang pendidikan. Surat Luqman ayat 11-19 memuat materi pendidikan Islam untuk anak.

Di dalam ayat-ayat tersebut, berisi nasihat-nasihat Luqman terhadap anaknya. Dalam nasihat tersebut, memuat materi-materi pendidikan anak berdasarkan Islam. Hebatnya, susunan ayat berdasarkan materi terpenting dalam pendidikan, yaitu Tauhid. Secara rinci, berikut ini pendidikan Islam yang didasarkan pada kisah nasihat Luqman kepada anaknya yang tertuang dalam Al-Qur’an.

Tauhid                                                              
Pengetahuan tentang ketuhanan atau tauhid, merupakan pondasi pendidikan yang harus dibangun secara kokoh. Tauhid sudah harus ditanamkan sejak anak masih balita. Bahkan bagi orang tua yang cerdas, Tauhid sudah ditanamkan sejak anak masih di dalam kandungan. Caranya ialah dengan sering membacakan anak kalimat-kalimat tauhid selama masih di dalam kandungan. Tak heran jika Luqman meletakkan nasihat bermuatan tauhid di kalimat pertama.

Akhlak
Nasihat selanjutnya ialah akhlak. Akhlak yang pertama dan utama harus dibiasakan ialah akhlak kepada kedua orang tua. Sebab dalam ayat di atas, ibu lah yang mengandung dalam keadaan lemah yang terus bertambah. Sambil lalu diajarkan tentang ibadah, anak juga sambil diajarkan tentang akhlak bersosial. Itu artinya, antara ibadah dan akhlak, harus diajarkan secara seimbang. Sebab ibadah anak akan berpengaruh terhadap akhlaknya di lingkungan sosial.

Ibadah
Ibadah pertama yang diingatkan oleh Luqman kepada anaknya ialah ibadah Shalat. Jika ibarat rumah, tauhid adalah pondasi, sedangkan shalat adalah tiangnya. Ibadah (shalat, puasa, zakat dan sebagainya) yang terjaga akan berbuah akhlak yang mulia.

Tashawuf
Nasihat Luqman kepada anaknya untuk ikhlas dan sabar merupakan salah satu materi tashawuf.  Artinya, setiap orang tua juga memiliki kewajiban untuk membekalkan ilmu tshawuf kepada anaknya. Untuk secara ikhlas dan sabar, baik dalam menjalankan ibadah atau menjauhi larangan Tuhan.

Kehidupan Bersosial (Dakwah)
Materi pendidikan yang Luqman pesankan kepada anaknya ialah materi kewajiban sosial berupa dakwah. Ini tertuang dalam potongan terjemahan ayat “...dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) (Q.S. Luqman: 17)”

Dalam berdakwah, anak harus pula dinasihati agar menggunakan akhlak di dalamnya. Seperti keharusan bersabar dalam dakwah (Luqman: 17) serta menghindari kesombongan (Luqman: 18). Dalam berdakwah, orang tua harus menasihati anak agar menggunakan cara yang lunak dan lembut. Namun tidak meninggalkan ketegasan.


Selain materi pendidikan anak dalam Islam sebagaimana dalam Surat Luqman di atas, orang tua juga memegang peran penting. Dalam mendidik, tidak cukup menggunakan metode nasihat sebagaimana Luqman menasihati anaknya. Orang tua harus bisa memberikan contoh. Anak meniru ucapan dari mendengar. Dan anak meniru tindakan dari melihat.




Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com