Pénjhung, Simbol Kasih Sayang Orang Tua Kepada Anak

Advertisement

Ads

Pénjhung, Simbol Kasih Sayang Orang Tua Kepada Anak

Unzilatur Rahmah
Senin, 23 Mei 2016


Dalam kehidupan, hubungan darah antara orang tua dan anak merupakan hubungan sosial yang paling erat. Antara orang tua dan anak, tidak bisa dipisahkan oleh jarak atau masalah apapun. Sebab aliran darah tidak bisa dibuang dari tubuh siapapun.

Kasih sayang orang tua kepada anak dalam masyarakat Madura, memiliki ciri yang unik. Salah satu barang yang bisa dijadikan simbol ialah Pénjhung. Pénjhung merupakan satu alat untuk menggendong anak balita. Bentuknya panjang menyerupai Sampér. Namun biasanya sedikit lebih panjang dibandingkan Sampér.

Warna dan motif Pénjhung juga sama beragamnya seperti Sampér. Ada yang berwarna cerah, ada pula yang berwarna kalem atau netral. Motifnya rata-rata berupa motif batik. Meski tidak semua motif batik pada Pénjhung merupakan asli batik. Hanya berupa motif batik hasil cetakan mesin.

Pénjhung memiliki fungsi agar gendongan menjadi lebih terjaga. Sehingga resiko anak terjatuh saat digendong menjadi lebih kecil. Selain itu, dengan Pénjhung, anak akan merasa lebih nyaman saat digendong.

Pénjhung juga menjadi alat bagi anak dalam bermanja kepada orang tua. Khususnya anak yang berusia 2 tahun ke atas. Bagi anak, digendong dengan Pénjhung, membuat ia merasa lebih diperhatikan, dimanja dan disayang orang tua. Anak yang ingin mendapat perhatian penuh dari orang tuanya, bahkan bisa merajuk hanya demi bisa digendong dengan Pénjhung.

Dari fungsi Pénjhung, kita bisa tahu bahwa perlindungan orang tua terhadap anak merupakan satu bentuk kasih sayang. Anak yang pikirannya belum berkembang sempurna pun menyadari betul, bahwa dengan Pénjhung, orang tua memberi perhatian secara lebih.

Saat ini, sudah ada Pénjhung praktis yang menggunakan perekat. Namun nampaknya, sebagian besar masyarakat Madura masih bertahan dengan Pénjhung model klasik. Pénjhung berbentuk segi panjang mirip Sampér. Meski kurang praktis, Pénjhung klasik memiliki multifungsi; ujung Pénjhung sekaligus  sebagai pembersih ingus saat anak sedang flu. Simpel dan tentu steril. Asal kebersihan Pénjhung tetap dijaga.

Yang terpenting, anak akan lebih merasakan perhatian dan kasih sayang orang tua dengan menggendongnya menggunakan Pénjhung. Namun tetap harus ingat, penggunaan Pénjhung juga harus memperhatikan usia anak. Anak yang sudah menginjak usia 4 tahun, sudah harus mulai terbiasa digendong tanpa Pénjhung, bahkan berjalan sendiri dalam menempuh jarak yang dekat. Misalnya saat hendak ke tetangga atau ke toko. Ini untuk mengajarkan mulai mandiri dan tidak manja.




eMadura.com - Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com