Destinasi Wisata "Aeng Guweh Pote" Memesona

Advertisement

Ads

Destinasi Wisata "Aeng Guweh Pote" Memesona

Aminullah
Selasa, 05 April 2016

Kolam-Bukit-Jaddih Bangkalan
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keindahan alam dan sebagian besar selalu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Keindahan memang menjadi aset periwisata yang ditonjolkan Indonesia. Apa yang ditonjolkan oleh negara kita dikarenakan keanekaragamannya lebih banyak. 

Salah satu daerah berhasil menyedot wisatawan untuk mengenal tempat keindahan alamnya yang baru saja meluas adalah kota Bangkalan Madura Jawa Timur yang saat ini telah dikenal sebagai “Aeng Guweh Pote dan Bukit Jaddih”.

Destinasi wisata alam dapat memberikan rasa bangga pada momen perjalanan yang begitu jauh dari jejak tempat tinggal wisatawan. Walaupun jarak perjalanan harus ditempuh dengan tenggang waktu yang cukup lama untuk berkunjung ke lokasi objek wisata, sama sekali bukan manjadi suatu hal yang dapat membendung terhadap rencana wisatawan karena gertakan jiwa berambisi untuk menikmati lokasi alami.


“Aeng Guweh Pote” atau Batu Kapur Putih yang diramu menjadi kolam renang serta pemandangan yang memukau di bukit batu kapur itu. Tanggal 11/02/2016 lalu, objek wisata ini telah menjadi alternatif terakhir dalam rangka Wisata Religi yang datang dari kota Malang bebasis rombongan empat unit bus Malinda dengan jumlah sekitar 230 penumpang. Rombongan tersebut berasal dari MTs Attaraqqie Kota Malang. Wisata yang dirancang pada run down acara disusun langsung oleh ketua panitia Wisata Religi, dimulai dari Sunan Ampel Surabaya, Aeng Guweh Pote Jaddih Bangkalan, Syaikhona Cholil Bangkalan dan Kyai Syamsudin Batu Ampar Pamekasan.

Destinasi “Aeng Guweh Pote” berada di Desa Jaddih, Bangkalan Madura. Kini dapat mewakili atau sebagai referensi bagi wisatawan untuk berlibur, melengkapi hari bahagia, mengobat rasa jenuh dengan penuh suka cita di alam yang begitu eksentrik serta alami.

Landscape “Aeng Guweh Pote” sangat serasi bagi kelompok keluarga atupun muda-mudi khususnya yang berjiwa My Trip My Adventure. Tanpa rasa rugi apabila wisatawan berkenan mengunjungi destinasi ini. Karena salain lokasi itu masih ada penambangan batu, kawasan tersebut menjadi alternatif penting di Madura. Salah seorang wisatawan sempat bertanya kepada juru parkir yang bertugas khusus untuk pengunjung yang hendak mendaki bukit Jaddih. Bahwa setiap hari, pengunjung terus berdatangan dan bertambah. Bahkan ada yang menyesal “eman” karena ia belum sempat beraksi berfoto atau selfie di bukit Jaddih ketia melihat hasil selfie yang dipertontonkan oleh temannya. Padahal, ia bersenang-senang renang di kolam dengan teman yang lain. Hal bersifat menyesal yang terlintas di benaknya dapat diterjemahkan adalah kode akan keindahan kawasan bukit batu kapur putih memesona.
 
Pengelolaan Destinasi Wisata
Pemerintah seyogiyanya membentuk tim untuk mengelola lokasi yang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan luar Madura. Terbukti telah saya singgung di atas. Jika pemerintah berada pada posisi siap meningkatkan kuantitas ekonomi khususnya kota Bangkalan, maka destinasi wisata ini tepat dikelola dengan maksimal dan perlu instalasi fasilitas baru yang merujuk kepada objektivitas pengunjung tanpa terkecuali akses jalan menuju destinasi wisata.

Masyarakat pasti optimis apabila pemerintah terjun mengelolanya dengan maksimal. Tentu tingkat ekonomi Bangkalan semakin melonjak. Apalagi pada era yang serba mungkin ini, mayoritas masyarakat atau kaum muda bertemu hari libur mereka lebih memilih jalan-jalan atau pariwisata. Oleh karenanya, tindakan dari pemerintah sangat diharapkan untuk mengelola dan mempercantik lokasi wisata yang selama ini telah menyebar ke berbagai daerah luar Madura.

Teriring wacana pembentukan provinsi Madura oleh P4M (Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura), pemerintah tentu harus optimistis bahwa dengan adanya wacana tersebut Madura memiliki SDA yang potensial. Sehingga pemerintah perlu lebih mengembangkan sumber daya alam yang ada di daerah Madura terutama Bangkalan itu sendiri. Dari sisi lain, SDA juga merupakan suatu syarat yang mampu memproduksi tingkat perekonomian. Tidak ada salahnya ekonomi ditampung dari hasil kreativitas pengelolaan terhadap destinasi wisata “Aen Guweh Pote”.

Pemerintah daerah hendaknya gencar mempromosikan destinasi wisata pada tingkat nasional bahkan internasional. Namun, keaslian habitat disekitarnya tetap dijaga. Di samping pemerintah, perlu peranan masyarakat dalam upaya memelihara, mengelola dengan baik dan juga penertiban tempat wisata supaya dapat mengantongi keuntungan tanpa kecacatan indahnya alam yang ada. 

Adanya destinasi wisata “Aeng Guweh Pote” merupakan suatu kebanggan masyarakat Madura khususnya bagi masyarakat Bangkalan. Dengan demikian, mudah-mudahan destinasi ini terus memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia bahkan bagi Mancanegara untuk mengunjunginya. Walaupun hanya sekadar melihat dan memotret pemandangan alam yang cukup unik dan almi.
 

Penulis:
Abdul Rafi_Pamekasan
Alumnus. Mahasiswa PBSI_FKIP Universitas Islam Malang


Foto : © 2016 - eMadura.com