Tips Mengendalikan Amarah Secara Ampuh

Advertisement

Ads

Tips Mengendalikan Amarah Secara Ampuh

Sabtu, 06 Februari 2016

Amarah merupakan perkara yang erat kaitannya dengan kesabaran. Cara orang orang mengendalikan atau mengekspresikan kemarahannya dapat mengukur sejauh mana orang itu bisa bersabar. Diriwatkan, bahwa wajah Rasulullah muncul urat nadi berwarna merah jika beliau sedang mengendalikan rasa marah.

Tidak semua orang bisa mengendalikan amarah dengan baik. Orang yang tidak bisa mengendalikan rasa marah, ia ibarat api yang siap membakar apa saja di sekelilingnya. Orang yang sedang marah bahkan bisa membakar dirinya sendiri. Orang yang sudah marah tidak peduli apa dan siapa. Tak peduli atasan, tak peduli orang tua, anak, termasuk presiden.

Dalam manajemen amarah, kita harus bisa menempatkan rasa marah pada tempatnya. Untuk hal-hal yang sifatnya sepele, kita harus bisa mengendalikan diri. Berbeda bila yang membuat kita marah menyangkut agama, kita boleh marah. Namun tidak menyelesaikan masalah dalam keadaan marah. Terlebih dahulu kita harus mengendalikan atau meredam amarah tersebut agar bisa meyelesaikan masalah dengan baik. Berikut ini tips mengendalikan amarah:

Tersenyum Atau Tertawa
Amarah adalah api. Sedangkan senyum adalah air. Untuk mematikan api, kita butuh air. Memang, untuk mendapatkan air di tengah api yang sedang berkobar tidaklah mudah. Namun bukan tidak mungkin. Berusahalah untuk tersenyum meski dalam keadaan marah sekalipun.

Diam
Jika tidak bisa atau sulit sekali untuk tersenyum, kita bisa diam. Jika tidak bisa menemukan air, jadilah tanah. Pendam amarah kita hingga benar-benar reda. Hal ini merupakan bentuk antisipasi agar amarah kita tidak membakar orang lain di sekitar kita. Hal ini senada dengan Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Apabila salah seorang di antara kamu marah, maka diamlah” (HR. Ahmad)

Memperbanyak Beristighfar
Memohon ampunan Allah juga membuat kita mendapat pertolongan dari Allah untuk menaham rasa marah. Berisitighfar lah hingga rasa marah di dalam hati kita berkurang sedikit demi sedikit. Teruslah beristighfar hingga rasa marah tersebut hilang.

Mengganti Posisi Badan
Mengganti posisi badan juga membantu kita dalam mengendalikan amarah. Ketika marah dalam keadaan berdiri, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk duduk. Hal ini sebagaimana Hadist yang artinya, “Maka apabila salah seorang diantaramu marah dalam keadaan berdiri,duduklah, dan apabila dalam keadaan duduk, berbaringlah!” (HR. Abu Daud). Tindakan sebagaimana hadist di atas akan membantu kita meredam amarah lebih cepat.

Ambil Wudhu lalu Shalat
Jika dengan cara mengganti posisi badan belum bisa meredam amarah, kita langsung memohon kepada Allah. Ambillah wudhu lalu shalatlah. Ini juga didasarkan pada Hadist Rasulullah yang artinya, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api, dan api hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, apabila seorang diantara kamu marah, maka berwudhu’lah!” (HR. Abu Daud)

Me-rileks-kan Hati dan Pikiran
Selain itu, membuat pikiran menjadi lebih santai juga menjadi salah satu cara untuk meredam amarah. Caranya ialah dengan mengatur pernafasan. Tarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar, kemudia keluarkan perlahan. Ini hampir sama dengan latihan pernafasan pada Yoga. Membuat pikiran rileks juga bisa dilakukan dengan cara jalan-jalan menikmati keindahan alam di sekitar kita. Berjalanlah santai sambil mengatur nafas perlahan hingga hati menjadi lebih tenang.

Tidur
Alternatif terakhir dalam mengendalikan rasa marah ialah dengan tidur. Tidur berarti mengistirahatkan fisik dan pikiran. Saat tidur, pikiran menjadi kosong dan rileks. Begitu pula dengan tubuh. Hasilnya, ketegangan-ketengangan yang disebabkan rasa marah pun menghilang. Saat bangun tidur, kita akan lupa bahwa sebelumnya kita marah. Bahkan mungkin sudah berusaha melupakan penyebab kemarahan kita. Tentu jangan lupa, sebelum tidur, ambil wudhu dan berdoa.


Itu lah beberapa cara mudah mengendalikan amarah yang bisa dilakukan sehari-hari. Dengan begitu, kita tidak lagi butuh orang lain untuk dijadikan pelampiasan kemarahan kita.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com