Tahapan Pernikahan Ala Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Tahapan Pernikahan Ala Masyarakat Madura

Sabtu, 27 Februari 2016

Dalam kehidupan bermasyarakat, menikah merupakan salah satu keniscayaan. Orang yang sudah menikah memiliki kehidupan rumah tangga sendiri. Mandiri, dan secara substansi terpisah dari kehidupan rumah tangga orang tua. Orang yang sudah siap untuk menikah berarti siap mandiri dalam segala hal. Meski di beberapa keluarga, pasangan pengantin baru masih harus dibimbing dan didikte oleh orang tua untuk bisa mandiri.

Namun jauh sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ada beberapa proses yang harus dilewati terlebih dahulu. Pengenalan merupakan hal yang sangat penting. Dalam kehidupan bermasyarakat di Madura, ada ciri khas tersendiri dalam proses sebelum melangkah ke pernikahan. Tahapan pra-pernikahan ala masyarakat Madura tentu memiliki ciri khas tersendiri. Tidak sama dengan kehidupan di luar sana.

Bagi masyarakat Madura, menjalani proses menuju pernikahan erat kaitannya dengan téngka. Jika salah sedikit saja dalam melangkah, akan menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Oleh karena itu, orang yang memutuskan untuk melangkah ke pernikahan sudah harus paham mengenai téngka di masyarakat sekitar. Erat kaitannya dengan téngka, berikut ini beberapa proses pra-pernikahan yang setidaknya berlaku untuk masyarakat Madura secara umum:

Proses Pengenalan
Jaman dulu, proses pengenalan atau perkenalan kedua calon mempelai tidak dilakukan dengan komunikasi langsung, apalagi pacaran. Proses pengenalan biasanya berlangsung melalui pangade’ yang dipilih oleh pihak mempelai laki-laki. Pengenalan pun hanya sepintas seputar keluarga. Tidak mendetail hingga ke perihal kepribadian si kedua calon. Setelah keduanya dan keluarga sama-sama sepakat, maka langsung melangkah ke proses lamaran.

Berbeda dengan masa sekarang yang tidak ada proses pengenalan melalui pangade’. Proses pengenalan dilakukan oleh si calon secara langsung. Entah melalui proses pacaran atau melalui proses ta’aruf yang tanpa melibatkan keluarga sebelum keduanya sama-sama sepakat.

Proses Lamaran
Setelah proses pengenalan, maka akan ada musyawarah untuk melakukan lamaran. Di kota-kota metropolitan, lamaran langsung dari mempelai laki-laki dan langsung ditujukan ke mempelai perempuan. Baru setelah si perempuan menerima, langsung meminta restu dari orang tua masing-masing. Baru kedua keluarga saling bertemu.

Di Madura, lamaran ditujukan kepada pihak keluarga laki-laki ke pihak keluarga perempuan. Pihak keluarga perempuan biasanya akan meminta waktu selama 3 hari untuk bermusyawarah dengan keluarga besar. Setelah 3 hari, pihak keluarga laki-laki akan diminta kembali lagi ke rumah calon mempelai perempuan. Sekembalinya, pihak keluarga perempuan memberi jawaban apakah lamaran itu diterima atau tidak.

Proses Pertunangan
Setelah lamaran resmi diterima, proses selanjutnya ialah menentukan tanggal pertunangan. Tanggal pertunangan ditentukan oleh kedua belah pihak. Yang tak kalah penting, masyarakat Madura masih percaya dengan kepercayaan untuk mencari ‘Hari Baik’. Ada beberapa keluarga yang merencakan pertunangan terlebih dahulu, ada pula yang langsung melangkah pada pernikahan. Tentu tetap tidak lepas dari mencari ‘Hari Baik’ terlebih dahulu.

Pelaksanaan pertunangan ala masyarakat Madura tentu tidak sama dengan prosesi pertunangan modern. Pihak laki-laki hanya mengantarkan hantaran. Alur acara pertunangan hanya serah terima seserahan, perkenalan dengan dua keluarga besar, serta doa. Selanjutnya dilanjutkan dengan makan bersama. Tidak ada prosesi tukar cincin sebagaimana prosesi pertunangan modern.

Proses Pernikahan
Langkah selanjutnya ialah pernikahan. Di Madura, akad nikah biasanya dilaksanakan di rumah mempelai perempuan, atau di KUA. Tidak ada ceritanya akad nikah dilaksanakan di rumah mempelai laki-laki. Pasangan yang baru menikah biasanya akan tinggal di rumah keluarga si perempuan. Jika ada permintaan untuk tinggal menetap di rumah pihak laki-laki, akan dilaksanakan setelah beberapa hari, minggu atau beberapa bulan sesudahnya. Tergantung kesepakatan pasangan dan kedua keluarga.


Itulah beberapa proses atau tahapan dalam pernikahan ala masyarakat Madura. Baik itu tahapan pra ataupun pasca pernikahan. Ini bisa menjadi referensi bagi Anda orang luar Madura, yang hendak mempersunting perempuan Madura.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com