Pendidikan Ala Masyarakat Pedesaan di Madura

Advertisement

Ads

Pendidikan Ala Masyarakat Pedesaan di Madura

Unzilatur Rahmah
Sabtu, 27 Februari 2016

Pendidikan merupakan upaya menuntun manusia pada fitrah penciptaannya; sebagai hamba Tuhan sekaligus khalifah di muka bumi. Untuk mengemban tugas ini, tentu membutuhkan ilmu. Sebab manusia dilahirkan dengan tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa kecuali menangis serta bergerak-gerak tak jelas.

Keberadaan orang tua, lingkungan keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan kemudian membentuk karakter setiap orang. Hebatnya, nyaris tidak ada dua orang pun yang memiliki karakter yang persis sama. Pasti ada perbedaan walaupun sedikit. Ini karena keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan yang ditempuh pun berbeda-beda. Memiliki ciri khas masing-masing.

Begitu pula masyarakat Madura, juga memiliki ciri khas tersendiri dalam hal pendidikan. Ciri yang mungkin sedikit berbeda dengan masyarakat suku lain di Indonesia. Ciri khas pendidikan di Madura dapat dilihat di daerah pedesaan. Sedangkan untuk daerah perkotaan, sama saja dengan pendidikan di kota-kota pada umumnya. Berikut ini ciri khas pendidikan masyarakat Madura:

Pesantren
Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional nusantara. Di Timur Tengah, bentuk lain pesantren dikenal dengan Ma’had. Di Madura, memang tidak semua masyarakat mau menempuh pendidikan di pesantren. Alasannya tentu karena harus pergi dari rumah, aturan yang mengikat dan tidak bebas. Namun demikian, masih banyak masyarakat Madura yang mau mendidik anaknya di pesantren; baik itu pesantren kecil maupun besar.

Madrasah
Di daerah kecamatan, sekolah menengah negeri biasanya hanya satu. Sehingga tidak mampu menampung semua anak yang mau melanjutkan ke sekolah menengah. Solusinya, mendaftarkan anak ke lembaga pendidikan madrasah di bawah naungan Kemenag. Baik itu madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah atau madrasah aliyah. Kurikulumnya memang berbeda dengan kurikulum Diknas dengan SMP, SMA atau SMKnya. Namun statusnya di mata hukum sama saja.

Madrasah Diniyah
Selain madrasah pagi, ada juga madrasah diniyah yang pembelajarannya dilaksanakan pada siang-sore hari.  Kurikulum Madrasah Diniyah tidak diatur sama sekali oleh pihak pemerintah. Sepenuhnya dipasrahkan kepada pengelola lembaga. Kurikulum madrasah diniyah di Madura murni berkenaan dengan pembelajaran agama Islam. Materi-materinya berkaitan erat dengan tauhid, fiqh, ilmu Al-Qur’an dan hadist, serta pembelajaran bahasa Arab. Bahasa Arab merupakan modal untuk memahami Al-Qur’an yang berbahasa Arab.

Langgar/ Surau/ Mushallah/ Masjid
Bagi masyarakat Muslim Madura, belajar membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban fardhu ‘ain. Tidak bisa diwakili, serta harus dilakukan secara tuntas. Bagi masyarakat Madura, tidak bisa mengaji atau membaca Al-Qur’an merupakan sebuah aib. Aib yang akan membuat diri sendiri malu saat dewasa. Kenyataannya, tidak semua masyarakat bisa mengajarkan sendiri putra-putrinya membaca Al-Qur’an. Solusinya, mereka akan menitipkan anaknya belajar membaca Al-Qur’an ke langgar, surau, mushalla atau masjid terdekat. Tentu di tempat yang memang khusus melayani masyarakat mengajari putra-putrinya membaca Al-Qur’an.

Pendidikan Kemasyarakatan
Lembaga pendidikan yang tak kalah penting bagi masyarakat Madura ialah pendidikan masyarakat. Dalam pendidikan masyarakat, tidak ada teori khusus. Setiap orang dituntut untuk belajar langsung dari kehidupan dan pengalaman. Pendidikan di masyarakat Madura sama saja; sama-sama berlaku hukum sebab akibat. Jika kita bisa belajar dengan baik dan mengamalkannya, maka kita akan naik kelas di mata masyarakat. Sebaliknya, jika kita tidak bisa belajar dengan baik dan bertingkah sembrono, maka nama baik kita akan turun di mata masyarakat.

Itulah beberapa ciri khas pendidikan pedesaan ala masyarakat Madura. Sebagai masyarakat Madura, kita bisa belajar dimana pun sebisa dan sesuka kita. Yang terpenting, kita harus senantiasa menjadikan setiap detik hidup sebagai universitas kehidupan; tempat belajar yang tidak pernah ada kata selesai.




Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com