Menuai Hikmah Dari Turunnya Hujan

Advertisement

Ads

Menuai Hikmah Dari Turunnya Hujan

Unzilatur Rahmah
Sabtu, 20 Februari 2016

Saat ini (sejak awal Desember 2015), Madura sudah memasuki musim hujan. Beberapa saat hujan sempat lama tidak tidak turun. Namun sejak memasuki pertengahan musim hujan seperti sekarang, hujan turun hampir setiap hari. Turunnya pun merata. Hampir di setiap daerah di pulau Madura dibasahi oleh air hujan.

Curah hujan di Madura tergolong sedang. Tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan dan sebagainya. Namun demikian, hujan seringkali menjadi penghambat bagi sebagian orang dalam beraktivitas. Apalagi bila hujan turun di pagi hari. Saat semua orang hendak memulai aktivitasnya di luar rumah.

Sesungguhnya, seperti apapun kondisinya, hujan tetaplah rahmat Allah kepada penduduk bumi. Tidak perlu menggerutu lantaran hujan tidak kunjung reda, atau hujan turun dianggap pada waktu yang kurang tepat. Tidak ada satupun kejadian di setiap detik kehidupan kita yang tidak mengandung hikmah. Tergantung bagaimana kita menerjemahkan kejadian-kejadian tersebut. Begitu pula dengan hujan. Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh dari turunnya hujan, sebagaimana berikut ini:

Hujan Berarti Rahmat
Hujan merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada penghuni bumi. Baik itu makhluk hidup maupun benda mati. Dengan hujan, tanah dan udara menjadi bersih. Dengan hujan, bumi yang awalnya kering kembali hdiup. Dengan hujan, kita bisa minum, memasak, mencuci bahkan bercocok tanam.

Lalu bagaimana dengan hujan yang membawa petaka? Bukankah petaka merupakan cara Allah menguji hamba-Nya. Ujian juga merupakan bentuk lain dari kasih sayang Allah kepada manusia. Justru jika kita sama sekali tidak diuji, yang harus mempertanyakan apakah Allah benar-benar menyayangi kita.

Dengan Hujan, Cuaca Menjadi Lebih Sejuk
Hujan membersihkan kotoran atau polusi udara yang disebabkan aktivitas penduduk bumi, khususnya manusia. Dengan hadirnya hujan, polusi udara di bawah atmosfer bumi terbawa kembali ke bumi dan terurai bersama air. Selesai hujan, udara menjadi lebih bersih. Makhluk hidup pun dapat menghirup udara yang lebih segar dan bersih.

Dalam Hujan, Kita Bisa Memohon Kepada Allah
Saat hujan turun kita dianjurkan membaca doa yang lafadhnya : Allahummaj ‘alna shoiban nafi’a (Ya Allah semoga hujan ini memberikan manfaat). Dalam doa tersebut, kita memohon kepada Allah agar mendapat manfaat dari turunnya hujan.

Selain doa tersebut, kita juga bisa berdoa hal lain kepada Allah selama hujan turun. Bisa memohon ampunan, memohon untuk diberi rejeki yang cukup atau doa-doa lain. Berdoalah sesuai kebutuhan kita. Selama hujan, rahmat Allah turun melimpah ke bumi. Semoga dengan rahmat tersebut, doa kita selama hujan segera diijabah oleh Allah SWT.

Hujan yang Membuat Kita Menunda Pekerjaan Bukan Berarti Harus Dipermasalahkan

Ada beberapa situasi dimana kita menilai hujan turun di waktu yang kurang tepat. Misalnya saat kita akan berangkat bekerja, akan berangkat ke sekolah atau akan pulang. Berpikirlah positif agar kita tidak mudah mengeluh. Barangkali Allah menunda aktivitas atau pekerjaan kita dengan hujan, kita akan memperoleh rejeki yang tidak disangka-sangka. Atau bisa juga jika pulang atau berangkat pada saat itu juga, tidak terhalang hujan, kita akan mendapat masalah di jalan. Kita tidak pernah tahu apa yang terbaik bagi kita. Jadi cukuplah kita tanggapi hujan dengan bersyukur dan tidak mengeluh.




Author : Unzilatur Rahmah