Keutamaan Orang Berilmu

Advertisement

Ads

Keutamaan Orang Berilmu

Sabtu, 20 Februari 2016

Tidak ada kata selesai dalam mencari ilmu. Begitulah kata yang paling tepat untuk memotivasi diri yang sudah merasa cukup dengan ilmu yang kita peroleh selama ini. Orang yang merasa sudah berilmu merupakan sebodoh-bodohnya orang. Karena sesungguhnya orang yang berilmu akan semakin sadar bahwa ia tidak ada apa-apanya dibandingkan ilmu Allah yang maha luas.

Selain proses mencari ilmu yang tidak pernah selesai, Allah juga memberikan keutamaan bagi orang yang berilmu dan mencari ilmu. Keutamaan-keutamaan berikut ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa rakus akan ilmu. Berikut ini keutamaan orang berilmu dan orang yang sendag mencari ilmu:

Allah akan Meninggikan Derajat Orang Beriman dan Berilmu
Allah sudah berjanji kepada orang yang mencari ilmu, akan mengangkat derajatnya di sisi Allah beberapa derajat. Hal ini sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an surat al-Mujadilah ayat 11 berikut ini:

َآيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ـ المجادلة 
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Surat Al-Mujadilah: 11)

Jika kita ikhlas dalam mencari ilmu serta semata-mata mengharap ridho Allah, Allah akan mengangkat derajat kita di sisinya. Derajat dalam pandangan Allah tentu tidak sama dengan derajat di mata manusia. Derajat di sisi Allah jauh lebih mulia dibandingkan derajat di mata manusia. Apalagi kita imbangi ilmu yang kita miliki dengan amal dan ikhlas.

Syetan Takut Pada Orang Yang Berilmu
Syetan bahkan lebih takut kepada orang berilmu yang sedang tidur, dibandingkan dengan orang tidak berilmu yang sedang beribadah. Sebab tidurnya orang ilmu pun bisa bernilai ibadah. Sedangkan ketidaktahuan orang yang tidak berilmu justru dapat mendorongnya kepada perbuatan riya’. Bisa juga ibadahnya orang bodoh tidak sah dan Allah tidak menerima ibadah tersebut.

Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang artinya,“Barang siapa menempuh jalan guna mencari Ilmu, maka Alloh memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Orang yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu juga dimudahkan oleh malaikat. Rejekinya juga dijamin oleh Allah SWT. Itulah alasan mengapa orang yang mencari ilmu disarankan tidak perlu khawatir soal biaya. Karena Allah telah menjaminnya.

Orang Berilmu Adalah Pewaris Para Nabi
Para Nabi tidak mewariskan emas permata juga harta dan tahta. Para Nabi hanya mewariskan ilmu yang diteruskan dari generasi ke generasi. Jika kita mengambil bagian sebagai para pencari ilmu, maka kita telah mengambil bagian yang banyak dari warisan tersebut. Ini sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang artinya, “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Mencari Ilmu Lebih Utama Daripada Shalat Sunnah (Imam Syafii)
Pernyataan Imam Syafii tersebut kiranya bukan tanpa alasan. Dengan duduk di majelis ilmu, kita bisa membuat shalat sunnah kita diterima. Tapi dengan shalat sunnah, kita belum tentu bisa menjamin kalau Allah akan menerima ibadah kita. Namun alangkah lebih baik jika kita mencari ilmu, kemudian diimbangi dengan shalat atau ibadah sunnah yang lain.

Itulah beberapa keutamaan orang berilmu atau orang yang sedang mencari ilmu. Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan lain yang bisa kita peroleh dengan ilmu. Baik itu keutamaan di dunia maupun di akhirat. Tergantung seberapa ikhlas kita dalam mencari ilmu.





Author : Unzilatur Rahmah