Mengobati Masalah Perut dengan Air Kapur Sirih

Advertisement

Ads

Mengobati Masalah Perut dengan Air Kapur Sirih

Sabtu, 20 Februari 2016

Perut merupakan sumber penghidupan sekaligus sumber banyak penyakit bagi tubuh kita. Dari perut kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun tidak menutup kemungkinan, dari perut pula kita akan mendapatkan penyakit yang mematikan. Meski ada jalur-jalur lain sumber penyakit selain dari sistem pencernaan.

Kadang kala, perut kita mengalami masalah yang cukup menyiksa. Membuat kita tidak bisa konsentrasi dalam beraktivitas. Dalam kondisi yang parah, sakit perut membuat kita bahkan tidak bisa tidur dengan nyaman. Masalah sakit perut tidak bisa kita duga sebelumnya. Penyebab sakit perut pun beragam. Entah karena makanan yang tidak seimbang, kerja lambung terlalu berat, atau memang karena ada bakteri yang masuk ke dalam perut.

Jika Anda mengalami masalah perut, jangan buru-buru ke tukang pijat atau ke dokter. Jika Anda mau, bisa mencoba jamu sakit perut ala masyarakat Madura. Jamu tersebut ialah kapur barus. Orang yang belum tahu mungkin bertanya-tanya. Bagaimana air kapur barus bekerja mengobati sakit perut?
Setelah search di mbah google, penulis masih belum menemukan hasil penelitian ilmiah bagaimana kerja air kapur sirih dalam mengobati sakit perut. Namun dalam pembuktian praktis, kapur barus cukup efektif mengusir Kecoak. Juga menghilangkan bau badan dan bau pada tempat-tempat tertentu. Penyebab bau adalah kuman, bakteri atau semacamnya. Itu artinya, air kapur barus juga efektif mengusir bakteri penyebab sakit perut.

Cara menggunakan kapur sirih sebagai obat sakit perut ialah; Ambil segenggam kapur barus. Masukkan kapur sirih ke dalam gelas air minum. Selanjutnya beri air hingga gelas penuh. Diamkan hingga kapur mengendap. Tuang air kapur yang sudah bening ke dalam wadah minum. Jangan sampai air keruhnya ikut tertuang. Lalu minum hingga habis. Tidak ada salahnya Anda mencoba resep orang Madura yang satu ini. Namun jika ragu dengan khasiat dan keamanannya, sebaiknya jangan. Ini hanya saran. Bisa diikuti, bisa juga tidak.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com