Macam-Macam Najis Mutawassithah dan Cara Menyucikannya

Advertisement

Ads

Macam-Macam Najis Mutawassithah dan Cara Menyucikannya

Senin, 08 Februari 2016

Najis merupakan perkara yang sangat penting untuk dibahas. Mengingat salah satu syarat sahnya ibadah shalat ialah bersih dari najis. Bersih dari najis juga berkaitan dengan ibadah-ibadah lain seperti haji. Juga dalam kehidupan sehari-hari seperti saat memasak. Oleh karena itu, pembahasan tentang najis, khususnya di kurikulum Madrasah Diniyah di Madura, dimasukkan sejak dini. Bersamaan dengan penanaman Tauhid.

Secara umum, najis dibagi menjadi 3 bagian; Najis Mukhaffafah, Mughalladhah dan Najis Mutawassithah. Namun ketika dilihat dari rupa dan cara menyucikannya, Najis Mutawassithah dibagi kembali menjadi 2 bagian.

Najis Hukmiyah
Najis yang tidak memiliki rupa dan bau atau bekasnya saja. Namun tetap dihukumi najis meski sudah kering sekalipun. Tempat yang ada bekas najisnya tetap najis sampai Najis Hukmiyah tersebut dibasuh dengan air. Atau dilap dengan kain suci basah beberapa kali hingga kita yakin kalau sudah suci.

Najis ‘Ainiyah
Ialah najis Mutawassithah yang memiliki rupa, warna dan bau. Artinya terlihat jelas oleh indra kita. Cara menyucikannya ialah dengan cara dijadikan Najis Hukmiyah terlebih dahulu. Caranya buang terlebih dahulu rupa najisnya hingga hanya tersisa bekasnya. Setelah itu baru dibasuh dengan air sambil digosok, atau dilap menggunakan kain basah beberapa kali.

Itulah 2 macam najis Mutawassithah, berikut penjelasan dan cara menyucikannya. Menyucikan najis dengan benar dapat meminimalisir kemungkinan area najis semakin meluas. Menyucikan najis dengan cara salah hanya akan semakin mempersulit kita dalam menyucikan barang atau tempat yang terkena najis.




Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com