Kapur Sirih, Pengganti Deodorant Bagi Masyarakat Madura Jaman Dulu

Advertisement

Ads

Kapur Sirih, Pengganti Deodorant Bagi Masyarakat Madura Jaman Dulu

Sabtu, 20 Februari 2016

Jika kita mengira kalau masyarakat Madura jaman dulu tidak bau badan, jangan salah. Tidak adanya deodorant bukan berarti masyarakat bebas bau badan. Mau jaman dulu atau sekarang, yang namanya bau badan, bisa menimpa siapa saja. Lalu pertanyaannya, dengan apakah orang jaman dulu mengatasi bau badan?

Sebetulnya kalau kita lihat di sekitar kita, alam telah menyediakan segalanya. Hanya saja, ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuatnya menjadi lebih praktis. Jaman dulu memang tidak ada deodorant. Namun  alam menyediakan batu untuk dijadikan kapur barus. Masyarakat Madura (tanpa dasar ilmu pengetahuan), memanfaatkan kapur barus untuk mengatasi bau badan.

Bagaimana caranya? Sama saja dengan deodorant. Kapur barus dioleskan tipis ke ketiak usai mandi. Setelah itu, masyarakat jaman dulu bisa memulai aktivitasnya dengan percaya diri. Apalagi jika hendak beraktivitas bersinggungan dengan orang banyak. Meski sedikit malas, tetap harus menjaga hidung orang lain dari bau badan sendiri.

Dulu, kapur barus disimpan di dalam wadah besar dan diletakkan di dapur. Sebagai langkah praktis, kapur barus yang sudah dicampuri air hingga mengental, dimasukkan ke dalam wadah kecil. Wadah tersebut bisa berupa wadah bekas kosmetik. Setiap kali akan digunakan, harus dikocok terlebih dahulu. Karena kapur barus memiliki sifat mengendap bila didiamkan dalam waktu lama.

Kapur barus tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti deodorant. Karena ia langsung disediakan oleh alam. Bagi Anda yang khawatir dengan bahaya bahan kimia pada deodorant, ada baiknya mencoba resep dari leluhur Madura yang satu ini. In sya Allah, bau badan pergi bebas beraktivitas dengan nyaman.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2016 - Ahmad/eMadura.com