Profil D Zawawi Imron

Advertisement

Ads

Profil D Zawawi Imron

SAKERA MEDIA
Kamis, 05 November 2015

Foto D Zawawi Imron

Di ujung timur Pulau Madura, yaitu tepatnya di Kabupaten Sumenep melahirkan seorang sosok budayawan Nasional, beliau adalah D Zawawi Imron. Budayawan Madura yang memiliki banyak penghargaan lewat karya-karyanya.

D Zawawi Imron adalah budayawan asli Madura yang terkenal dengan salah satu puisinya yang berjudul "Celurit Emas".

D Zawawi Imron lahir di desa Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura. Beliau mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 1982.

Biografi D Zawawi Imron

Nama
D. Zawawi Imron

Lahir
Sumenep, Madura, 1 Januari 1947

Agama
Islam


Pendidikan D Zawawi Imron :
  • Sekolah Rakyat (tidak tamat)
  • Pesantren Lambicabbi, Gapura, Sumenep

Pekerjaan D Zawawi Imron Saat Ini :
  • Penyair
  • Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Ilmu Giri Yogyakarta
  • Penulis Tetap Kebudayaan Jawa Pos
Karya Kumpulan Puisi D Zawawi Imron :
  • Semerbak Mayang (1977)
  • Madura Akulah Lautmu (1978)
  • Dusun Siwalan (1979)
  • Celurit Emas (1980)
  • Bulan Tertusuk Ilalang (1982), [yang mengilhami film Garin Nugroho berjudul “Sama”]
  • Nenek Moyangku Airmata (1985), [mendapat hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P&K]
  • Derap-derap Tasbih (1993)
  • Bantalku Ombak Selimutku Angin (1996)
  • Lautmu Tak Habis Gelombang (1996)
  • Madura Akulah Darahmu (1999)
  • Berlayar Di Pamor Badik (1994)
  • Ku Jilat Manis Empedu (2003)
  • Refrein di Sudut Dam (2003)
  • Zamrud Serambi Madinah (2004)

Buku Karya D Zawawi Imron :
  • Keajaiban Haji (1999), [di tulis bersama A. Mustofa Bisri]
  • Unjuk Rasa Kepada Allah (1999)
  • Sate Rohani dari Madura: Kisah-kisah Religius Orang Jelata (2001)
  • Soto Sufi dari Madura: Perspektif Spiritualitas Masyarakat Desa (2002)

Penghargaan yang pernar diterima D Zawawi Imron
  • Nenek Moyangku Airmata Yayasan Buku Utama Departemen P & K tahun 1985
  • Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K (1985)
  • Hadiah utama penulisan puisi ANteve (1995)
  • Bersama Dorothea Rosa Herliany, Joko Pinurbo, dan Ayu Utami, Zawawi pernah tampil dalam acara kesenian Winter Nachten di Belanda (2002)
  • Menerima Hadiah dari Majelis Sastra Asia Tenggara dari Kerajaan Malaysia untuk buku “Kelenjar Laut” (2011)
  • Menerima The South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (2013)
  • Penulis dialog kebudayaan Calon Presiden 2014 bersama Taufik Abudullah, Meutia Hatta di TIM
  • Turut andil dalam film Mestakung (2011)
  • Trainer “Living Values Education” yang dikelola oleh Universitas Paramadina

Disarikan dari Berbagai Sumber: Wikipedia, penjuru 5 santri