Pribahasa Bahasa Madura dan Artinya (5)

Advertisement

Ads

Pribahasa Bahasa Madura dan Artinya (5)

Unzilatur Rahmah
Jumat, 20 November 2015

  1. Èjhungjhung lajhu èonjhepaghi (diangkat ke atas kemudian dibanting) : Orang yang dielu-elukan, dipuji tapi kemudian dikecewakan atau dibuang.
  2. Ècoco’ duri è jhâlân rajâ (tertusuk duri di jalan raya) : Dibuat malu di tempat ramai.
  3. Èlong kocèng (hidung kucing) : Orang yang memiliki indra penciuman yang tajam.
  4. Èmbi’ kennyang ghi’ ngadus (kambing kenyang masih menyeruduk) : Orang yang tamak.
  5. Elompa’ dhunnya (dikendalikan dunia) : Orang yang lupa diri dan Tuhannya karena dunia (kekayaan, kecantikan, kekuatan dan sebagainya)
  6. Ètèk sè atellor ajâm sè ngèremmè (Itik yang bertelur ayam yang mengerami) : Orang yang bekerja keras, tapi hasilnya dinikmati orang lain.
  7. Ghunung na’nung bâto kalèttak (Gunung yang penuh bebatuan) : Merujuk kepada daerah pedesaan yang sangat terpencil. Diisyaratkan dengan adanya pegunungan atau perbukitan yang jalannya penuh bebatuan. Biasanya diucapkan kepada orang yang berasal dari desa terpencil.
  8. Ghâi’ bintang ghâggar bulân (menggalah bintang jatuhnya bulan) : Mengharap untung besar tapi justru memperoleh untung kecil.
  9. Ghâjâ’ kembhângah tokar (canda bunganya pertengkaran) : Terlalu banyak bercanda dapat memicu pertengkaran.
  10. Ghâliya’ tak èghâlicek (geli tanpa digelitik) : Diucapkan pada anak gadis atau perempuan yang cara bergerak dan bicaranya seperti orang ‘kegatelan’.
  11. Ghi’ ta’ taoh mowang bile’ (Belum bisa membuang belek) : Masih kanak-kanak
  12. Jhâjjhâlâng nyandâr ka apoy (Laron bersandar pada api) : Orang yang celaka karena ulahnya sendiri.
  13. Jhurâng  èkalè ghunung ètèmbhuk (jurang digali gunung ditimbuk) : Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya.
  14. Jhilâna atabhung (lidahnya bertarung) : Diucapkan kepada orang yang bicara nyerocos atau banyak bicara.
  15. Ka attas tako’ ka ghâludhuk, ka bâbâ takok ka carang (Ke atas takut pada guntur, ke bawah takut pada ranting bambu) : Orang yang penakut atau takut tanpa alasan yang jelas.
  16. Kellar ngangghuy tak kellar mellè (mampu menggunakan atau memakai tapi tak mampu membeli) : Orang yang tidak bisa membeli sesuatu tapi bisa mengoperasikannya atau orang miskin yang tak mampu membeli pakaian mahal, tapi mampu membuat pakaian murahan terlihat berkelas ketika dikenakan.
  17. Kenyang ta’ ngakan (kenyang tanpa makan) : Orang gemuk terlihat kenyang meski tidak makan.
  18. Koros ta’ gherring (kurus tanpa sakit) : Orang yang kurus bukan karena kurang makan, tapi karena kesusahan atau masalah.
  19. Lè’-ngolè’ sanggher : Diucapkan kepada orang yang sakit  tidak bisa turun dari tempat tidurnya.
  20. Makanè ètèk lakè’ (memberi makan itik berkelamin laki-laki) : Orang yang makannya banyak, tapi tidak memberikan kontribusi apa-apa.

Sumber : Bastari dan Yoesi Ika Fiandarti.  Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. tk: Karya Simpati Mandiri: 2009

Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/eMadura.com