Pribahasa Bahasa Madura dan Artinya (4)

Advertisement

Ads

Pribahasa Bahasa Madura dan Artinya (4)

Sabtu, 07 November 2015

Peribahasa Madura

  1. Abâ’ sampayan (Badan penjemuran) : Diistilahkan kepada orang yang terlihat patut memakai pakaian jenis apapun
  2. Aèng satengnga sè aghunjâk (air setengah yang beriak) : Sama dengan pribahasa air beriak tanda tak dalam. Orang yang banyak bicara biasanya dangkal pengetahuannya.
  3. Ajâm atellor è berrâs (Ayam bertelur di beras) : Pejabat yang suka menerima suap.
  4. Atasmak bhâtok (berkacamata batok) : Tidak melihat barang yang besar dan mudah sekali ditemukan. Pura-pura tidak melihat saat bertemu teman.
  5. Ana’ ontang antèng : Anak tunggal
  6. Ana’ komala (anak kemala) : Semua keinginannya dituruti.
  7. Ajhâring angin (menjala angin) : Melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya.
  8.  Akanta angghu’ tak è pècè’ (seperti penjepit yang tidak dipencet) : Ternganga karena heran atau kagum.
  9. Aorak è tengnga arongan (berteriak di tengah arungan) : Orang yang meminta tolong tapi tak ada satu orang pun yang menolong.
  10. Asèl tak adhina asal (hasil tidak meninggalkan asal) : Orang sukses tapi tetap rendah hati.
  11.   Arebbhu’ bhâbhâtang (memperebutkan bangkai) : Memperebutkan sesuatu yang tidak ada gunanya.
  12. Ajhuwâl bujâ ka ghirpapas (menjual garam ke daerah pegaraman) : Sama dengan pribahasa ‘abujâi saghârâ’. Mengajari orang yang sudah lebih pandai dan lebih berpengalaman.
  13. Akotak tak atellor (berkotek tak bertelur) : Banyak bicara tapi tidak ada buktinya.
  14.  Obu’ abârna duwaâ’ (rambut berwarna dua) : menunjukkan kalau usia sudah tua. Rambut berwarna dua; hitam dan putih.
  15. Angghâghâmbhâng : Cara bicara yang sangat halus menunjukkan keluhuran budi.
  16. Bilis nyandâr ka maddhu (Semut bersandar pada madu) : Orang miskin yang memanfaatkan kebaikan orang kaya.
  17. Caca pasar kojhu’ (bicara pasar burung) : Ramai hingga membuat telinga bising.
  18. Cabhul è jhurâng ajhângngua langngi’ (Kurcaci di dalam jurang hendak menggapai langit) : Keinginan yang terlampau tinggi; tidak sebanding dengan kemampuan atau usahanya.
  19.  Cangkaro’ bâto (Nasi angking batu) : Orang yang super pelit.
  20. Comanthaka : Pemberani. Pemuda yang berani tapi tak tahu malu.



Sumber : Bastari dan Yoesi Ika Fiandarti.  Kosa Kata Bahasa Madura Lengkap. tk: Karya Simpati Mandiri: 2009


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/eMadura.com