Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Sumber Mas Sumenep Madura

Advertisement

Ads

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Sumber Mas Sumenep Madura

SAKERA MEDIA
Jumat, 18 September 2015

Pondok Pesantren Sumber Mas adalah salah satu Pondok Pesantren tertua di Pulau Madura, tepatnya di Desa Rombiya Barat, Ganding, Sumenep yang didirikan oleh RKH.A Zaki Zamzam (RK. Sanusi bin Zamzam). Pada tahun 1943.

RKH. A. Zaki Zamzam bukan asli penduduk Rombiya Barat, tetapi beliau dilahirkan di Desa dan Kecamatan tetangga, yaitu di Desa Guluk Manjung Kapedi Bluto Sumenep. Kedatangan beliau ke Rombiya Barat karena atas permintaan salah satu tokoh di desa tersebut.

Guna untuk berdakwah dan menyadarkan masyarakat di desa itu. Selain itu, kedatangan beliau juga mungkin adalah bentuk perwujudan dari ramalan salah satu ulama di daerah Aeng Panas yang mengatakan bahwa suatu saat nanti di Rombiya Barat aka nada sebuah/ satu-satunya Masjid dan Lembaga yang akan didirikan oleh ulama salafi, ramalan tersebut terjadi kira-kira seabad sebelum Pesantren sumber mas didirikan.

Desa Rombiaya Barat adalah salah satu Desa di Kecamatan Ganding, dimana mayoritas penduduknya hamper tidak menegenal ajaran Islam. Di tempat inilah juga sarang tukang sihir, tenun dan perampok. Pada tahun 1943, 2 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia, RKH.A.Zaki Zamzam menyadarkan mereka dengan izin Allah dan mendirikan Pondok Pesantren yaitu Pesantren Sumber Mas, dengan santri-santrinya dan sebagian tokoh masyarakat di Rombiya Barat.

Bermaksud untuk supaya lebih mudah belajar dan menguraikan ajaran-ajaran Islam dengan metode kajian kitab dan ceramah. Sehingga kitab-kitab klasik diajarkan disana. Dengan berjalan waktu, Pesantren Sumber Mas mulai didatangi banyak orang yang ingin belajar pendidikan Islam dari berbagai daerah seperti, Bluto, Karduluk, Gadu Timur, Gadu Barat, Kalimantan, Jember, Banyuangi dan daerah-daerah lainnya.

Sistem pendidikan waktu itu masih mengadopsi pendidikan klasik yang tanpa silabus dan tanpa ada jenjang dan waktu untuk menghatamkannya, yang terpenting adalah ajaran Islam bias disampaikan ke masyarakat luas. Dan pada tahun-tahun berikutnya, Pesantren Sumber Mas mulai mengenal pendidikan nasional seperti MI, MTS dan MA.

Perkembangan Pendidikan di Pesantren Sumber Mas

Mungkin pendidikan nasional saat itu diyakinkan sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat Indoensia, khususnya di Desa Rombiaya Barat atau di Pesantren Sumber Mas, sehingga para masyarakat berinisiatif untuk menggunakan dan mendirikan system pendidikan ansional.

Pendidikan memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Kebahagian hidup yang diperoleh ternyata tidak dapat dilepaskan dari pendidikan orang tersebut.

Arti Pendidikan inilah yang kemudian menjadikan pemikiran masyarakat Rombiya Barat membutuhkan sarana pendidikan lanjutan sehingga didirikanlah MI Sumber Mas pada tahun 1985, dan lebih-lebih didasari banyaknya lulusan SD, MI dan MTS yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, maka Pesantren Sumber Mas mendirikan MA Sumber Mas pada tahun 1997.

Pesantren Sumber Mas menjadikan institusinya sebagai mediator penyelenggara pendidikan formal sehingga pada akhirnya terbentuklah lembaga pendidikan formal RA sampai dengan Madrasah Aliyah.