Ketika Orang Madura Memondokkan Anaknya

Advertisement

Ads

Ketika Orang Madura Memondokkan Anaknya

SAKERA MEDIA
Sabtu, 08 Agustus 2015

Hari-hari seperti sekarang adalah momen penting bagi anak Madura dalam hal belajar. Mereka mulai memasuki kelas baru karena tahun ajaran baru kini mulai berlangsung. Tentu ada kesan tersendiri yang boleh jadi sulit untuk dilupakan.

Kesan semacam itu dirasa lebih mendalam oleh mereka yang hijrah dari rumahnya ke lembaga pendidikan Islam berupa pondok pesantren. Perpindahan ini tentu mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kemudahan-kemudahan akses hidup di rumah kini dibatasi saat berada di pondok pesantren.

Orang Madura dikenal dengan kehidupannya yang religius. Sebagian besar dari mereka adalah lulusan pesantren. Karenanya, mondok adalah sesuatu yang sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Madura. Terlebih lagi di Madura terdapat banyak pondok pesantren, baik yang salaf maupun yang modern.

Dalam memondokkan anaknya, orang-orang di Madura punya tradisi tersendiri. Anak yang akan mondok biasanya tidak hanya diantar oleh orang tuanya, melainkan juga famili dan tetangga. Mereka berbondong-bondong datang ke pesantren sekaligus untuk sowan kepada pengasuh pesantren tersebut.

Umumnya, orang tua yang memondokkan anaknya ke salah satu pesantren adalah alumni pesantren itu juga. Mereka memondokkan anaknya di situ karena mengikat batinnya dengan pengasuh pesantren tersebut. Artinya, dengan anaknya dimondokkan di situ akan membuat si orang tua bisa selalu sowan kepada pengasuh. Dengan begitu, hubungan baik dengan pengasuh tetap terjaga. Bahkan terkadang cucu mereka tetap melanjutkan di pesantren tersebut.

Mereka datang ke pesantren biasanya ada waktu-waktu khusus. Umumnya pada hari Ahad dan Rabu. Dua hari tersebut diyakini sebagai hari yang baik untuk memulai belajar di pesantren. Karenanya, pada dua hari tersebut biasanya pesantren penuh dengan tamu yang mengantar calon santri.

Hari-hari pertama berada di pondok adalah hari penuh tantangan dalam kehidupan santri baru. Mereka biasanya dihadapkan dengan situasi tidak kerasan. Pondok adalah tempat menggembleng pribadi santri, sehingga hal-hal yang bersifat hiburan sangat dibatasi. Mereka tidak boleh menggunakan ponsel, kecuali yang sudah disediakan oleh pesantren. Mereka juga tidak boleh menonton televisi, menonton pertunjukan orkes, dan sebagainya. Jika melanggar, ada sanksi yang akan mereka terima.