Gapura Masjid Agung Sumenep, Salah Satu Situs Peninggalan Sejarah

Advertisement

Ads

Gapura Masjid Agung Sumenep, Salah Satu Situs Peninggalan Sejarah

Unzilatur Rahmah
Kamis, 06 Agustus 2015

Sejak dulu, Indonesia merupakan bangsa yang kaya sekali akan budaya. Budaya Jawa, Batak, Dayak dan lainnya memiliki corak kebudayaan berbeda-beda. Madura merupakan salah satu pulau kecil di Indonesia yang memiliki budaya tersendiri. Hingga kini, banyak sekali peninggalan budaya Madura jaman dulu yang masih bisa dilihat. Kemegahan peninggalan budaya Madura bisa dilihat di daerah Sumenep. Tak sedikit tempat-tempat di Sumenep yang masih memperlihatkan kejayaan Madura di masa lalu.

Gapura Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu peninggalan masa kejayaan masa Keraton yang hingga kini masih ada. Jika kita perhatikan, bangunan Gapura Masjid Agung Sumenep ini menjadi salah satu peninggalan arsitek Keraton Sumenep yang masih sangat terawat. Lauw Piango yang merupakan keturunan Cina merupakan arsitek pembanguan Masjid Agung Sumenep pada masa pemerintahan Ario Anggadipa. Berkenaan dengan filosofi Gapura Masjid Agung Sumenep, berikut ini artinya yang kami kutip langsung dari Wekipedia:

Masjid jamik dan sekelilingnya memakai pagar tembok dengan pintu gerbang berbentuk gapura. Pintu Masjid Jamik berebentuk gapura asal kata dari bahasa arab "ghafura" yang artinya tempat pengampunan". Gapura ini syarat akan ornamen yang mempunyai banyak filosofi sebagai salah satu harapan dari sang Panembahan kepada rakyatnya ketika menjalankan ibadah.

Diatas gapura akan kita temui ornamen berbentuk dua lubang tanpa penutup, keduanya diibaratkan dua mata manusia yang sedang melihat. Lalu diatasnya juga terdapat ornamen segilima memanjang ketaatas, diibaratkan sebagai manusia yang sedang duduk dengan rapi menghadap arah kiblat dan dipisahkan oleh sebuah pintu masuk keluar masjid, yang mengisyaratkan bahwa apabila masuk atau keluar masjid harus memakai tatakrama dan harus melihat jangan sampai memisahkan kedua orang jamaah yang sedang duduk bersama dan ketika imam masjid keluar menuju mimbar janganlah berjalan melangkahi leher seseorang.

Dikanan kiri gapura juga terdapat dua pintu berbentuk lengkung, keduanya mengibaratkan sebagai kedua telinga manusia. dimaksudkan agar para jamaah masjid ketika dikumandangkannya adzan, bacaan Al-Quran, ataupun disampaikannya khotbah haraplah bersikap bijak untuk tidak berbicara dan mendengarkannya dengan seksama. Di sekeliling gapura juga terdapat ornamen rantai, hal ini dimaksudkan agar kaum muslim haruslah menjaga ikatan ukuwah islamiyah agar tidak bercerai berai.(Wekipedia)

Itu lah Gapura Masjid Agung Sumenep yang kaya makna. Sekaligus menjadi salah satu ikon kota Sumenep dengan peninggalan sejarahnya yang cukup terjaga.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Unzi/eMadura.com