Berbagai Kesenian Yang Memeriahkan Haflatul Imtihan di Madura

Advertisement

Ads

Berbagai Kesenian Yang Memeriahkan Haflatul Imtihan di Madura

Unzilatur Rahmah
Kamis, 06 Agustus 2015

Haflatul Imtihan merupakan perayaan tahunan yang biasa diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Islam di Madura, khususnya Madrasah dan pesantren. Ia menjadi salah satu ajang siswa dan santri untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing. Siswa dan santri berlomba untuk mendapatkan juara pada setiap cabang perlombaan. Masyarakat Madura sendiri menyebut perayaan haflatul imtihan sebagai hari raya para siswa dan santri.

Imtihan sendiri memiliki arti ujian. Itu berarti, pada momen ini, siswa atau santri diuji kemampuannya dalam bentuk perlombaan. Haflatul imtihan bukan menjadi acuan penilaian tahunan. Haflatul imtihan hanya menjadi sebuah ajang perlombaan dan perayaan. Meski begitu, pada momen haflatul imtihan ini lah, para siswa peraih ranking kelas akan diumumkan dan mendapat penghargaan.

Selain menjadi ajang perlombaan, Haflatul Imtihan menjadi menjadi momen perayaan yang betul-betul kaya akan kesenian. Banyak sekali kesenian yang akan ditampilkan selama pelaksanaan Haflatul Imtihan. Entah itu kesenian dari siswa, maupun kesenian yang berasal dari luar lembaga pendidikan pelaksana Haflatul Imtihan. Berikut ini beberapa kesenian yang biasa memeriahkan perayaan Haflatul Imtihan di Madura:

  1. Drum Band atau Marching Band. Pada hari terakhir jelang penutupan haflatul imtihan, lembaga biasanya mengadakan pawai atau karnaval taaruf kepada masyarakat sekitar. Saat pawai ini lah, lembaga akan mengundang group Drum Band atau Marching Band untuk memeriahkan pawai.
  2. Musik Ul-daul. Selain musik Drum Band, musik Ul-Daul juga menjadi menu yang tak boleh ketinggalan saat pawai penutupan haflatul imtihan. Ul-daul yang diundang bisa salu atau lebih.
  3. Musik Hadrah. Musik hadrah kadang ditampilkan saat pawai penutupan, kadang pula pada malam hari sebelum malam penutupan (biasanya disebut malam penampilan).
  4. Orkes Gambus. Pada ‘malam penampilan’, bagi lembaga yang memiliki dana lebih (entah itu berupa sumbangan dari salah satu pengurus yayasan), akan menampilkan orkes gambus.
  5. Nasyid Islami. Nasyid islami merupakan salah satu kesenian yang tak ketinggalan saat perayaan haflatul imtihan. Nasyid islami biasanya ditampilkan saat malam penampilan, juga menjadi salah satu cabang lomba khusus TK dan PAUD.
  6. Pementasan teater dan atau drama. Di lembaga pendidikan dengan tenaga pengajar yang memiliki keahlian di bidang teater, pada malam penampilan, siswa-siswa akan memberikan persembahan berupa pementasan. Tentu setelah melewati sesi latihan panjang sebelumnya.
  7. Seni bela diri. Seni bela diri pencak silat juga turut memeriahkan pawai penutupan Haflatul Imtihan di Madura. Pencak silat bisa menampilkan seni juga pertandingan terlatih.
  8. Odong-odong. Odong-odong berhias khas Madura juga turut meramaikan karnaval penutupan Imtihan. Odong-odong tersebut biasanya berisi anak-anak PAUD dan TK yang berpakaian beragam.
  9. Harimau-harimauan. Harimau-harimauan juga menjadi salah satu penampilan yang tak ketinggalan saat pawai penutupan haflatul imtihan. Penonton bisa melihat harimau-harimauan berisi dua orang menari-nari sambil berusaha memperluas ruang untuk kesenian musik yang sedang bermain. Sehingga penonton tidak merangsek ke tengah lapangan dan mengganggu jalannya permainan.
  10. Pembacaan puisi. Puisi adalah salah satu bagian dari seni. Pembacaan puisi bisa menjadi salah satu menu penampilan pada ‘malam penampilan’. Bisa pula dijadikan sebagai salah satu cabang lomba.
  11. Shalawat berkelompok. Setiap pembukaan acara selama haflatul imtihan berlangsung, biasanya ada kelompok siswa yang akan membaca shalawat pembukaan. Kelompok tersebut bisa terdiri dari 3-5 orang. Salah satunya menjadi pemimpin dalam membaca shalawat. Di beberapa lembaga pendidikan, shalawat berkelompok juga menjadi salah satu cabang lomba.
Itu lah beberapa kesenian yang turut memeriahkan pelaksanaan Haflatul Imtihan di Madura. Sebagai sebuah perayaan khusus santri yang telah belajar keras selama 1 tahun, perayaan dengan berbagai kesenian tentu cukup pantas mereka terima.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Unzi/eMadura.com