Tak Ada Pelepah Daun Pinang, Daun Palm pun Jadi -->

Ads

Tak Ada Pelepah Daun Pinang, Daun Palm pun Jadi

Kamis, 09 Juli 2015

Jaman dulu, permainan tradisional merupakan satu-satunya permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak. Tanpa permainan tradisional, anak-anak ya tidak bisa bermain. Salah satu permainan tradisional yang melatih ketangkasan menarik barang dan memegang erat demi mencari perlindungan ialah pelepah Daun Pinang. Memainkan permainan ini akan memacu adrenalin sekaligus membuat anak tertawa lepas.

Penulis sendiri suka memainkan pelepah Daun Pinang bersama teman-teman saat pulang sekolah. Saat giliran menarik pelepah dan teman menumpang, nafas sudah seperti mau habis di situ saja. Belum lagi tangan yang lecet akibat ujung pelepah daun yang sudah agak kering. Saat giliran menumpang, harus berpegangan erat-erat agar tidak jatuh karena dibawa berlari. Saat penulis bermain ke Kab. Sampang, tepatnya di taman monumen Sampang awal Ramadhan yang lalu, ternyata masih ada anak yang suka memainkan kendaraan ditarik tenaga manusia ini.

Bedanya, dua anak ini tidak menggunakan pelepah Daun Pinang, melainkan menggunakan Daun Palm. Menggunakan Daun Palm sebagai salah satu kereta luncur tenaga manusia memang memiliki kekurangan. Daun Palm tidak bisa digunakan bermain di areal berbatu seperti pelepah Daun Pinang. Untungnya, areal tempat anak-anak ini bermain merupakan areal rumput. Jadi anak-anak bisa meluncur bebas tanpa hambatan hanya dengan menggunakan Daun Palm.

Penasaran dengan sensasi bermain kereta luncur tenaga manusia yang terbuat dari Daun Palm ini? Silakan Anda coba sendiri di taman bermain favorit Anda. Pastikan bahwa Anda memiliki teman untuk bermain. Pastikan pula bahwa tempat bermain Anda merupakan areal rumput yang bebas bahaya seperti batu, beling, paku atau benda tajam lainnya.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Unzi/eMadura.com