Ramadhan di Madura

Advertisement

Ads

Ramadhan di Madura

SAKERA MEDIA
Senin, 06 Juli 2015

Semua umat Islam bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan, bulan yang selalu dinanti-nanti umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya, karena bulan ini penuh dengan keberkahan. Orang Islam berusaha untuk tidak menyia-nyiakan momen Ramadhan, sebab belum tentu di tahun mendatang kita akan kembali dipertemukan dengan bulan yang sama.

Bulan Ramadhan adalah peluang bagi kita sebagai umat muslim untuk memperbanyak dan memperbaiki ibadah guna menyucikan diri dari sejumlah dosa yang telah lalu. Ramadhan juga kesempatan bagi kita untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada orang-orang yang kurang beruntung. Hal itu dapat memunculkan rasa simpati dan empati di hati kita kepada mereka yang kurang mampu.

Di Madura, Ramadhan juga tidak mau dilewatkan begitu saja oleh masyarakatnya. Mereka memanfaatkan momen Ramadhan dengan sejumlah kegiatan yang bermanfaat dan mendatangkan pahala. Di sanalah orang Madura berusaha menggapai keberkahan Ramadhan yang selama ini diimpikan semua orang Islam.

Kebiasaan orang Madura di saat bulan suci ini sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah tadarusan yang dilakukan pada waktu pagi, sore, dan malam setelah shalat tarawih. Ya, sebagian orang Madura melakukan itu untuk meraup banyak pahala dengan mengaji al-Quran.

Bagi anak remaja atau santri, bulan Ramadhan biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, misalnya mengikuti berbagai macam kursus selama setengah bulan atau lebih. Itu semua dilakukan agar bulan penuh berkah tersebut tidak terlewatkan dengan sia-sia.

Ketika sore menjelang, kebiasaan orang Madura adalah “nyare malem”, atau dalam istilah kerennya “ngabuburit”. Nyare malem di sini bentuknya bermacam-macam. Sebagian dari mereka ada yang jalan-jalan ke tempat menarik dan menyenangkan, ada pula yang hanya duduk di warung-warung sambil bercengkerama dengan yang lainnya.

Dan satu lagi, saat malam tiba, ada kebiasaan orang Madura untuk membangunkan orang-orang untuk sahur, yaitu melakukan musik patrol. Musik ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang (lima orang atau lebih) sambil menabuh tong-tong dan alat musik lainnya. Tong-tong adalah alat musik tradisional Madura yang terbuat dari bahan bambu yang masing-masing ujungnya dilubangi. Saat melakukan patrol, sekelompok orang tersebut akan berkeliling desa dengan diiringi musik tanpa lagu. Secara otomatis, orang yang terlelap akan terbangun saat mendengarkan musik ini.

Demikian sejumlah kebiasaan orang Madura saat bulan Ramadhan tiba.