Apa itu Tengka?

Advertisement

Ads

Apa itu Tengka?

SAKERA MEDIA
Kamis, 30 Juli 2015

Masing-masing daerah di Indonesia punya keunikan-keunikannya tersendiri. Keunikan-keunikan tersebut meliputi banyak hal, baik terkait sosial, ekonomi, agama, maupun pertanian. Artinya, pada prakteknya mereka selalu punya perbedaan-perbedaan yang menarik untuk diungkap.

Dari sisi ekonemi, misalnya, di beberapa daerah hingga kini masih lestari sistem barter. Mereka tidak menggunakan uang sebagai alat jual-beli. Tukar barang menjadi pilihan karena dianggap lebih pas. Sistem seperti ini di daerah-daerah lain sudah tiada, digantikan oleh sistem mata uang. Barter oleh orang modern disebut sistem yang sudah kuno.

Madura, sebagai bagian dari Indonesia, juga punya keunikan-keunikannya tersendiri. Tata nilai dalam kehidupan masyarakat Madura sebagian berbeda dari daerah-daerah lainnya. Dari sisi sosial, salah satu contoh yang bisa kita ajukan adalah tentang tengka. Tengka adalah istilah yang mengatur tentang hubungan sosial antar masing-masing masyarakat di Madura. Ia bertalian dengan moralitas dan tatakrama dalam masyarakat. Karena itu, tengka merupakan ilmu penting sebagai pegangan untuk menjaga marwah diri.

Dalam kehidupan sehari-hari, tengka mewujud dalam bentuk praktek-praktek tatakrama. Misalnya, saat kita mau mengundang sanak famili untuk acara mantenan, maka yang harus datang kepada mereka adalah kita sendiri. Tidak boleh diwakilkan. Jika diwakilkan, maka nilai tengka-nya menjadi tercederai.

Atau, saat kita mengundang kiai, maka yang seharusnya datang mengundang adalah kita sendiri. Jika orang lain yang datang, maka nilai undangannya menjadi kurang afdol. Contoh lainnya adalah jika kita punya hajatan, lalu tidak mengundang orang yang pernah mengundang kita pada hajatannya, maka tengka kita dinilai kurang baik.

Tengka memang bukan soal salah dan benar. Ia hanya sistem nilai dalam tatakrama orang-orang Madura. Tidak ada aturan pasti tentang hal ini. Ia mewujud dalam bentuk praktik kehidupan sehari-hari. Tak ada sanksi khusus kepada pelanggarnya, kecuali sanksi sosial yang akan dianggap orang-orang sebagai pribadi yang kurang respek.

Di masing-masing daerah di Madura, urusan tengka ini pun berbeda-beda. Ada yang prakteknya  begitu ketat dan pula yang longgar. Perbedaan-perbedaan semacam itu lumrah adanya karena ia adalah tata aturan yang tak tertulis dan hanya berkembang lewat adat-istiadat.