Tips Berolahraga Saat Ramadhan

Advertisement

Ads

Tips Berolahraga Saat Ramadhan

SAKERA MEDIA
Rabu, 17 Juni 2015


Selama menjalankan ibadah puasa tak berarti harus berhenti atau stop sama sekali melakukan rutinitas olahraga. Justru dengan tetap melakukan olahraga, tubuh akan tetap terjaga kebugarannya. Hal ini akan memberi dampak baik seperti tubuh tak mudah lelah, loyo, dan tak bersemangat.
Mengapa harus tetap rutin melakukan olahraga? Terlebih jika sebelumnya (sebelum bulan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh) telah rajin dan rutin melakukan olahraga. Karena, justru dengan berhenti olahraga sama sekali dengan alasan takut letih karena berpuasa, tubuh akan mengalami proses detraining (kondisi kebugaran tubuh menurun seperti orang yang tak pernah rutin berolahraga sebelumnya, tubuh juga mudah lelah dan napas terengah-engah).

Kapan Waktu Tepat Berolahraga Saat Berpuasa?
Saat siang hari tentu bukanlah waktu yang tepat untuk berolahraga. Selain kelelahan, dehidrasi juga mungkin akan terjadi karena tubuh tidak segera bisa mendapatkan asupan cairan yang dibutuhkan.
Waktu olahraga yang paling baik, terutama saat bulan puasa, sebaiknya dilakukan sore hari. Saat waktu kira-kira satu jam sebelum berbuka. Selain dekat dengan waktu puasa, sehingga tubuh bisa mendapatkan asupan cairan dan makanan sebagai pemasok gula darah dengan segera, kondisi tubuh menjelang berbuka puasa justru memiliki kadar testosterone tinggi yang baik untuk membentuk otot (dampaknya adalah lemak menjadi terbakar dan berat badan turun).

Jenis-Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Selama Puasa Bulan Ramadhan
Setelah mengetahui waktu yang tepat untuk berolahraga, kini penting untuk mengetahui jenis olahraga apa saja yang tepat dilakukan selama berpuasa. Berikut ini adalah beberapa jenis persiapan dan macam olahraga yang bila dilakukan menjelang berbuka puasa akan membantu menjaga kebugaran tubuh:

  1. Melakukan olahraga kardio. Olahraga kardio ini bermanfaat untuk membakar lemak di dalam tubuh. Contoh olahraga kardio yang dapat dilakukan adalah berjalan, berenang, dan juga bersepeda. Dengan melakukan olahraga kardio selama minimal 30 menit rutin setiap harinya, olahraga ini dapat meningkatkan stamina tubuh.
  2. Pemanasan dan peregangan. Sebelum melakukan kegiatan olahraga apapun sebaiknya melakukan pemanasan dan peregangan. Kondisi ini akan melemaskan otot sehingga tak terjadi kram selama berolahraga.
  3. Pendinginan. Pendinginan dilakukan setelah selesai melakukan olahraga. Ketika berolahraga terjadi pembakaran lemak sehingga tubuh akan menjadi panas. Pendinginan dilakukan selain membantu otot kembali dalam bentuk semula, pendinginan juga bermanfaat menurunkan suhu tubuh.
  4. Yoga dan Meditasi. Jenis olahraga lain yang baik dijalankan selama berpuasa adalah yoga dan meditasi. Selain bermanfaat untuk menjaga ketenangan pikiran, gerakan yoga dan meditasi selain meningkatkan stamina juga membantu menjaga fleksibilitas atau kelenturan tubuh.