Upacara Peringatan 1000 Hari Kematian di Madura

Advertisement

Ads

Upacara Peringatan 1000 Hari Kematian di Madura

Unzilatur Rahmah
Selasa, 26 Mei 2015

Tahlilan Kematian di Madura
"Lain ladang lain belalang" begitu pepatah mengatakan. Jika di daerah lain tidak ada ritual atau peringatan khusus orang yang sudah meninggal, tidak dengan di Madura. Untuk memperingati kematian salah satu anggota keluarga, masyarakat Madura biasanya kembali melaksanakan tahlilan di hari ke-40, ke-100, satu tahun dan hari ke-1000. Tradisi ini merupakan hasil dari Islamisasi atau peng-Islaman tradisi Hindu di Indonesia, khususnya di daerah Jawa-Madura.

Di hari ke-1000, yang merupakan peringatan terakhir, masyarakat tidak hanya mengundang tetangga dan sanak famili. Masyarakat biasanya juga melengkapi tradisi ini dengan bersedekah barang-barang keperluan sehari-hari kepada tokoh masyarakat setempat atas nama almarhum atau almarhumah yang sedang diperingati kematiannya. Barang-barang tersebut antara lain perlengkapan shalat seperti sajadah dan mukena (khusus almarhumah), baju lengkap, payung, selimut, alas, bantal, perlengkapan makan minum dan sebagainya. Dengan sedekah tersebut, pahalanya dikhususkan kepada almarhum/ almarhumah.

Selain bersedekah barang keperluan sehari-hari, di peringatan 1000 hari ini, makam almarhum/ almarhumah juga diperbaharui. H-1 pelaksanaan tahlilan peringatan 1000 harian, makam dipasang kalang. Jika keluarga almarhum/ almarhumah termasuk kalangan ekonomi kelas menengah ke atas, kalang uang dipasang biasanya terbuat dari keramik.

Di hari pelaksanaan peringatan 1000 hari kematian, para undangan melaksanakan tahlil yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Pahalanya juga dikhususkan kepada almarhum/ almarhumah. Begitu pula dengan jamuan yang dilakukan oleh keluarga untuk para undangan. Diniatkan bersedekah yang dikhususkan kepada almarhum/ almarhumah yang sedang diperingati 1000 harinya.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/eMadura.com