Inilah Tradisi yang Dilakukan Saat Orang Madura Berhaji

Advertisement

Ads

Inilah Tradisi yang Dilakukan Saat Orang Madura Berhaji

Aminullah
Sabtu, 02 Mei 2015

Tidak hanya dikenal dengan tradisi-tradisi lokalnya, Madura juga punya semangat yang kuat dalam praktek keagamaannya. Di sini banyak berdiri pondok pesantren, bahkan sebagian pesantren di Jawa diasuh oleh kiai yang pernah mondok di salah satu pesantren di Madura. Karena itu, wajar saja jika praktek keagamaan orang Madura sangat kuat. Sebagian besar penduduk di sini adalah santri.

Menunaikan ibadah haji adalah sebuah dambaan bagi sebagian besar orang Madura. Berjumpa dengan Ka’bah merupakan suatu kebanggaan. Karenanya, ketika menjadi tenaga kerja luar negeri, sebagian mereka berharap bekerja di Arab Saudi. Alasannya, selain untuk bekerja, mereka juga bisa menunaikan ibadah haji.

Saat orang Madura berhaji, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh keluarganya di tanah air. Kegiatan itu umumnya bertujuan memohon kepada Allah agar pelaksanaan ibadah haji orang tersebut dimudahkan. Salah satu kegiatannya adalah membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an dan wiridan-wiridan tertentu. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada malam hari selama orang yang berhaji berada di Arab Saudi. Yang hadir biasanya terdiri dari keluarga dan tetangga dekat.

Selain mengaji, para keluarga biasanya meletakkan air di pinggir jalan. Dulu, di pelosok-pelosok Madura, saat musim haji, akan terlihat banyak ember atau tempayan yang berisi air di pinggir jalan. Air itu merupakan sedekah kepada pejalan. Tujuannya, agar orang yang berhaji tidak merasa gerah saat ada di Tanah Suci.

Aktivitas ini kini mulai jarang dilakukan karena pejalan kaki yang berjarak tempuh jauh sudah sulit ditemukan. Mereka sudah membawa kendaraan dan merasa tidak butuh berhenti di pinggir jalan. Beda dengan zaman dahulu yang sulit mencari kendaraan, sehingga walau jarak tempuh perjalanan cukup jauh mereka tetap berjalan kaki. Jika lelah, mereka bisa berhenti di gardu dan di situlah biasanya disediakan minuman gratis dari keluarga orang yang berhaji.

Saat orang yang berhaji pulang dari Mekah, kebiasaan yang dilakukan orang Madura adalah menyambutnya dengan cara konvoi kendaraan. Mereka menyambutnya dengan suka cita. Konvoi tersebut biasanya diisi oleh sepeda motor dan mobil-mobil mewah. Sepeda motor berada di depan dengan beberapa raungan knalpot yang dimodifikasi, lalu disusul kendaraan mewah yang dinaiki orang yang berhaji. Kendaraan yang berada di belakang biasanya mobil pick up yang dikendarai rombongan hadrah.