Eratnya Persaudaraan Orang Madura

Advertisement

Ads

Eratnya Persaudaraan Orang Madura

SAKERA MEDIA
Rabu, 27 Mei 2015


Orang Madura dikenal dengan persaudaraannya yang kuat. Persaudaraan itu tidak melulu ditujukan kepada orang-orang yang punya aliran darah kepadanya, melainkan juga kepada mereka yang tercatat beretnis Madura. Munculnya ungkapan “Settong dhara” lahir dari prinsip tersebut.

Persaudaraan senasab lebih kental dari itu. Dibanding orang Jawa, orang Madura lebih giat membangun persaudaraannya. Dalam persaudaraan orang Jawa, umumnya saudara sepupu boleh disebut sebagai garis nasab terakhir. Garis keturunan di bawahnya sudah sangat jarang yang diingat atau dikunjungi.

Dalam tradisi Madura, persaudaraan senasab akan sangat dicari. Jika masih ada hubungan famili, mereka akan senang mengunjungi. Yang dikunjungi pun begitu, mereka akan saling mengunjungi, terutama pada hari-hari besar, semisal hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Terkadang mereka membuat pertemuan khusus yang isinya adalah silaturrahmi antarfamili dan mendoakan para sesepuh yang sudah meninggal dunia.

Sebagaimana pada artikel sebelumnya, bahwa masyarakat Madura sangat lekat dengan nilai-nilai Islam, perkara nasab ini pun didasari prinsip yang sama. Dalam Islam, seorang muslim sangat dianjurkan untuk membangun silaturrami dengan familinya. Dengan hubungan kerabat yang lekat, banyak hal bermanfaat yang bisa diperoleh, salah satunya adalah kemudahan mendapatkan rezeki.

Nilai Islam tersebut dihayati dan dipraktekkan oleh orang Madura dengan cara menyambung famili hingga garis nasab yang bisa dibilang jauh. Terkadang, untuk mendekatkan kembali, mereka menikahkan anaknya dengan kerabat jauh tersebut agar persaudaraan tidak hilang. Jadi, garis nasab yang jauh itu akan kembali dekat dengan adanya pernikahan semacam itu.

Nilai-nilai persaudaraan memang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena masing-masing kita tidak bisa hidup sendiri. Manusia dibekali dengan kekurangan-kekurangan yang bisa ditambahi oleh saudara-saudaranya. Dengan membangun silaturrahmi yang kuat, mereka akan senantiasa punya jalan untuk memecahkan problem yang dihadapi.

Persaudaraan yang dibangun atas dasar nasab bisasanya akan lebih lekat ketimbang persaudaraan yang berdasar etnis belaka. Ikatan emosioalnya akan lebih kuat, sehingga persaudaraan tersebut lebih bertahan lama.

Itulah sekelumit ulasan mengenai persaudaraan orang-orang Madura.