Ayam Sebagai Hewan Piaraan Orang Madura

Advertisement

Ads

Ayam Sebagai Hewan Piaraan Orang Madura

Aminullah
Minggu, 03 Mei 2015

Selain sapi, orang Madura acap kali memelihara ayam. Yang dimaksud ayam di sini adalah ayam kampung, bukan ayam potong. Bagi orang Madura, rasa daging ayam kampung lebih nikmat ketimbang ayam potong. Makanya saat akan menggelar acara atau hajatan, orang Madura lebih suka menyembelih ayam piaraannya sebagai santapan para tamu.

Ayam sangat dekat dengan kehidupan orang Madura. Memelihara ayam seolah menjadi suatu keniscayaan bagi mereka. Hampir seluruh rumah dipastikan memiliki ayam, meski hanya satu ekor. Hal itu dikarenakan, ayam memberikan banyak fungsi untuk kesejahteraan orang Madura, yaitu bisa dijual, telurnya dapat dimakan atau dibuat jamu dan dagingnya juga bisa dimakan.

Memelihara ayam bagi orang Madura bukan semata-mata hanya untuk keuntungan materi. Justru yang banyak terjadi, ayam dipelihara sebagai pelengkap saja. Jika ada nasi basi, maka pasti itu menjadi jatah ayam sehingga nasi yang tersebut tidak terbuang dengan sia-sia. Oleh karena itulah, seolah-olah setiap orang Madura perlu memelihara ayam meski hanya sedikit. Sehingga lumrah ditemui orang Madura memelihara ayam kampung di kandang sebelah rumahnya.  Jumlah ayam yang dipelihara pun tidak sebanyak ayam potong. Yang penting ada. Karena kadang yang sangat dibutuhkan oleh mereka adalah telurnya.

Orang Madura meyakini bahwa telur ayam kampung banyak khasiatnya, utamanya untuk kesehatan alat reproduksi. Bagi lelaki Madura, telur ayam kampung sangat membantu mereka untuk meningkatkan gairah seksual. Makanya, sebelum atau saat menikah, meminum jamu yang diracik dengan telur ayam kampung menjadi sebuah keharusan bagi mereka, sebab mereka akan merasa malu jika tidak bisa melaksanakan kewajiban biologisnya sebagai lelaki.

Selain dibutuhkan telurnya, di Madura ternyata ayam juga berfungsi sebagai penyambung tali silaturrahim di antara keluarga. Jika seseorang berkunjung ke rumah keluarganya, saat lebaran, misalnya, biasanya si tuan rumah akan memberikan ayam, paling tidak kepada cucunya. Ayam tersebut nantinya bisa dipelihara agar kemudian bisa beranak-pinak. Hal itu menunjukkan betapa ayam sangat dekat dengan kehidupan orang Madura.