Alasan-Alasan Mengapa Permainan Tradisional Madura Layak Dipertahankan

Advertisement

Ads

Alasan-Alasan Mengapa Permainan Tradisional Madura Layak Dipertahankan

SAKERA MEDIA
Sabtu, 02 Mei 2015

Teknologi pada satu sisi membawa manfaat dalam kehidupan manusia. Namun, pada sisi lain ia memangkas sisi kreatif orang-orang terdahulu. Hasil karya mereka tak lagi dianggap sebagai sesuatu yang penting dan bermanfaat, sehingga banyak yang meninggalkannya.

Salah satu contoh dari kreativitas orang-orang zaman dulu adalah permainan tradisional Madura. Permainan ini menunjukkan kejeniusan mereka meramu sebuah teknik bermain yang menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Padahal, mereka bukanlah golongan terpelajar sebagaimana orang-orang sekarang.

Namun, nasib permainan tradisional itu kini kian terkikis dalam kehidupan anak-anak muda Madura. Mereka lebih suka menekuri layar ponsel dengan game-game produk luar negeri. Sangat jarang menemukan mereka bermain bhanteng, pa’jal, la’-lala’ buta, pal tandhu’, dan sebagainya. Bahkan, sebagian mereka boleh jadi tidak tahu nama-nama permainan tersebut.
Lalu, apa sebenarnya manfaat permainan tradisional Madura sehingga layak dipertahankan?

Melatih Cara Berpikir
Dalam permainan tradisional Madura, terdapat ruang kreativitas yang luas bagaimana mereka memenangkan sebuah pertandingan. Dalam permainan pal tandhu’, misalnya, penjaga pal sebagai terhukum dituntut untuk menjaga pal tersebut dengan ketat agar tidak disepak ke luar garis oleh pemain lain. Sebaliknya, pemain lain dituntut untuk bisa dengan cerdas mengecoh penjaga pal agar bisa dengan tepat menyepak pal.

Nah, antara penjaga pal dan pemain lainnya sama-sama butuh strategi. Pemain lain harus hati-hati untuk bisa menyepak pal agar tidak kena sentuh. Kalau kena sentuh, maka dia terhukum. Karena itu, ia butuh cara, entah dengan menyelinap, menyamar, bersembunyi di tempat strategis, dan lain-lain.
Bedanya permainan ini dengan game dalam soal kreativitas adalah game lebih miskin kreativitas. Tak ada improviasi di sana karena semua gerakannya sudah dikontrol oleh sistem berupa kode-kode. Sementara permainan tradisional justru sebaliknya, menggiring pemain untuk berimprovisasi dan berkreativitas sendiri.

Mengembangkan Jiwa Sosial
Berbeda dari game yang hanya dimainkan oleh satu atau dua orang, permainan tradisional biasanya dilakukan oleh sejumlah orang. Dari kontak sosial secara langsung tersebut, nilai-nilai sosial akan tertanam.

Dalam permainan bhanteng, misalnya, mereka akan belajar tentang apa arti soliditas sebuah kelompok. Apa makna kebersamaan dalam kelompok mereka. Sebab, jika tidak solid, sebuah kelompok akan rapuh dan mudah ditumbangkan oleh musuh.

Menyehatkan Tubuh
Poin ini juga menjadi pembeda antara game dan permainan tradisional. Dalam bermain game, gerakan tubuh tidak banyak dibutuhkan, sebagian besar hanya jentikan tangan. Sementara permainan tradisional butuh berlari-lari, butuh mengelak jika dikejar musuh, dan sebagainya. Gerakan-gerakan ini akan membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Dekat dengan Alam
Permainan tradisional umumnya dilakukan di tempat terbuka, biasanya di tanah lapang. Para pemainnya akan sangat dekat dengan tanah, tumbuhan, dan hewan-hewan. Persentuhan ini akan merangsang anak untuk bersahabat dengan alam.
Itulah beberapa alasan mengapa permainan tradisional Madura layak dipertahankan. Anak-anak sebaiknya tidak melulu disuguhi game yang lebih sedikit manfaatnya ketimbang permainan tradisional tersebut.