Tradisi Pernikahan di Madura

Advertisement

Ads

Tradisi Pernikahan di Madura

Aminullah
Senin, 06 April 2015

Setiap daerah punya tradisi unik dalam pernikahan, termasuk juga di Madura. Tradisi pernikahan di Madura punya perbedaan dengan tradisi di Jawa dalam beberapa hal. Dalam hal tempat tinggal mempelai berdua, misalnya. Paling tidak ada tiga pilihan yang bisa diambil: tinggal di rumah istri, di rumah suami, atau di rumah lain yang bukan keduanya. Di Jawa, persoalan rumah biasanya menjadi tanggung jawab suami. Sang istri akan ikut kemana pun suami tinggal. Semantara di Madura justru sebaliknya, soal rumah menjadi tanggung jawab keluarga istri.

Ketika anak perempuan orang Madura sudah cukup dewasa, biasanya mereka akan dibuatkan rumah baru oleh orangtuanya sebagai persiapan nanti ketika menikah. Sebenarnya rumah untuk anak dan menantu tidak harus baru. Bagi keluarga yang tidak berkecukupan, anak dan menantunya biasanya tinggal di rumah orangtuanya yang lama, sementara orangtuanya sendiri mengalah dengan cara membuat kamar di samping rumah tersebut.

Di Madura, jarang ditemukan satu rumah dihuni oleh dua keluarga. Jika orang Madura memiliki tiga anak perempuan, maka secara otomatis orangtuanya akan membuatkan tiga rumah untuk tiga anak tersebut yang bertempat di samping rumah induk. Begitulah seterusnya sampai membentuk taneyan lanjhang (halaman panjang). Rumah yang dibangun biasanya lebih bagus dari rumah orangtuanya sendiri.

Kalau keluarga perempuan menyediakan rumah, maka yang bertugas untuk mengisi perabot rumah adalah (calon) suami. Saat hari “H” pernikahan, calon suami akan membawa sejumlah perabotan rumah yang akan ditempatkan di rumah istri, seperti lencak, lemari, kursi, dan perlengkapan lainnya (piring, gelas, cangkir, sendok, kasur, bantal, dan guling). Perabotan tersebut juga bisa dibawa beberapa hari sebelum melangsungkan walimah. Jadi saat melangsungkan pernikahan, semua sudah tertata dengan rapi dan siap untuk ditempati.

Sedangkan untuk resepsi pernikahan dilangsungkan di dua tempat, di rumah istri sekaligus di rumah suami, meski ada sebagian yang hanya dilangsungkan di rumah istri. Saat pernikahan berlangsung, calon suami beserta keluarga akan datang ke rumah istri untuk mengucapkan ijab-qabul. Setelah selesai, giliran istri yang bermain beserta keluarganya ke kediaman suami. Dalam istilah orang Madura, ini disebut dengan “main mantan”.