Organisasi Massa di Madura

Advertisement

Ads

Organisasi Massa di Madura

SAKERA MEDIA
Sabtu, 04 April 2015

Kegiatan sosial di pedesaan Madura hampir seluruhnya diselenggarakan oleh organisasi massa yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. Organisasi yang dibentuk oleh pemerintah setempat umumnya gagal, seperti kegiatan kooperasi ekonomi yang pada kenyataannya tidak bisa berkembang dengan baik.

Organisasi yang paling banyak dijumpai di Madura umumnya bernapaskan keagamaan, sehingga kegiatan tersebut bertujuan untuk kemajuan syiar Islam. Di antara organisasi tersebut adalah:

Hadrah
Hadrah adalah sebuah musik islami yang melantunkan shalawat Nabi diiringi dengan tabuhan alat tertentu dan tarian tertentu. Kegiatan ini hanya khusus untuk laki-laki. Biasanya diadakan di acara maulid Nabi, isra’ mi’raj, syukuran, dan bisa juga acara rutinitas mingguan yang dilaksanakan secara bergilir di kediaman para anggotanya.

Diantara komponen-komponen yang terdapat dalam hadrah adalah:
1. hadi, yaitu orang yang melantunkan shalawat Nabi
2. Tokang tabbuh, yaitu orang yang menabuh gendhang
3. Tokang ruddhat, yaitu sekelompok orang yang bertugas melakukan ruddhat atau tarian khusus dengan cara duduk dan bergerak serempak 3. Tokang shap, yaitu sekelompok orang yang melakukan shap atau gerakan berdiri  dengan mengikuti jalannya irama yang dibacakan hadi.

Tahlilan/sarwa
Tahlilan adalah kegiatan masyarakat di pedesaan Madura untuk membaca tahlil secara bersama-sama yang bertempat di masjid atau di rumah-rumah penduduk. Kegiatan ini juga khusus laki-laki.

Biasanya dilaksanakan secara rutin dalam seminggu di rumah penduduk yang mengikuti kegiatan ini. Di sebagian daerah di Sumenep, kegiatan tahlilan ini bisa diikuti arisan dengan jumlah uang yang telah ditentukan. Uang arisan tersebut umumnya tidak lebih dari Rp. 5.000.

Kamrat ajian
Beda dengan hadrah dan tahlilan, kamrat ajian biasanya untuk kaum perempuan. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara rutin dalam seminggu yang bertempat di kediaman penduduk yang mengikuti kegiatan ini.

 Setelah mengaji ayat al-Quran, biasanya diikuti dengan lantunan shalawat Nabi yang dibacakan oleh sebagian anggota kamrat ini. Lalu diakhiri dengan arisan dengan jumlah uang yang tidak ditentukan, yakni sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota.

Tiga kegiatan yang disebut di atas hanya sebagian saja yang terdapat di pulau Madura. Masih banyak organisasi massa lainnya yang bisa dijumpai di berbagai kabupaten di Madura, baik kegiatan yang bernapaskan Islam atau kegiatan yang bersifat umum.