Mengenal Tradisi “Ompangan” di Madura

Advertisement

Ads

Mengenal Tradisi “Ompangan” di Madura

SAKERA MEDIA
Selasa, 14 April 2015

Semangat orang Madura dalam bergotong royong dan membantu tetangga terlihat begitu kuat. Hal ini menandakan bahwa orang Madura memiliki rasa kepedulian terhadap nasib dan kepentingan orang lain. Salah satu tradisi yang mengandung unsur tolong menolong adalah “ompangan”.

Ompangan adalah tradisi memberikan bantuan berupa materi berupa uang, beras, gula, kopi,  dan makanan pokok lainnya kepada tetangga yang punya hajatan atau kepentingan. Namun, bantuan tersebut tak sekadar bantuan yang “gratis”. Suatu saat jika yang memberi bantuan tersebut punya acara seperti tasyakuran, walimah, dan lainnya, maka yang diberi bantuan harus mengembalikan barang yang diberikan tempo hari dengan jumlah dan kadar yang sama.

Tradisi seperti ini umumnya dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Madura. Ompangan  dimaksudkan untuk meringankan beban orang yang punya hajatan. Untuk acara-acara besar, sebagian orang Madura kadang tidak punya cukup uang untuk membiayai  semua kebutuhan. Maka dari itu, mereka butuh uluran tangan orang lain untuk meringankan bebannya.

Biasanya ompangan terdapat di acara walimah, meski tidak menutup kemungkinan juga terdapat di acara-acara yang lain. Dalam walimahan, tuan rumah akan didatangi keluarga, tetangga, dan undangan-undangan lain untuk memberikan restu pada mempelai berdua. Tentu mereka tak sekadar datang dengan tangan kosong. Sebagian besar mereka membawa beras dengan takaran lima gantang, seperempat, setengah, hingga satu kwintal. Sebagian yang lain ada yang membawa telur, rokok, kopi, gula, kue, dan lain-lain.

Dari sekian banyak bantuan tersebut, biasanya tuan  rumah akan menunjuk orang yang dipercaya untuk mencatat nama-nama orang yang memberi bantuan lengkap dengan barang bawaannya. Catatan tersebut sangat diperlukan dan perlu disimpan dengan baik untuk mengetahui siapa saja yang membantu dan apa saja materi yang diberikan. Jika di kemudian hari pemberi bantuan tersebut memiliki hajatan, maka tuan rumah akan melihat catatan yang tadi untuk memberikan bantuan dengan barang yang sama kepada shahibul hajah (yang punya hajatan), karena dia telah “kaompangan”.