Masyarakat Madura dan Semangat Gotong Royong

Advertisement

Ads

Masyarakat Madura dan Semangat Gotong Royong

SAKERA MEDIA
Minggu, 05 April 2015

Banyak orang yang mengakui bahwa orang Madura lebih memiliki rasa sosial yang lebih tinggi daripada orang kota. Hal ini bisa terlihat dari semangat gotong royong mereka saat ada salah satu tetangga yang punya tengka. Misalnya ada tetangga yang punya hajatan, akan membangun rumah, masjid, jalan, dan lain sebagainya. Rasa sosial yang dibangun orang Madura ini menandakan bahwa mereka memiliki rasa simpatik yang besar terhadap sesamanya.

Di Madura, orang yang punya tengka merasa bebannya sedikit terkurangi saat tetangga selalu siap untuk membantunya. Dalam membangun rumah, misalnya, jika semua tetangga membantu si A untuk penyelesaian pembangunan ini, maka untuk tempo berikutnya, jika tetangganya juga butuh bantuan, secara otomatis si A akan terpanggil untuk ikut membantunya walaupun tanpa diminta. Dan begitulah seterusnya, orang yang ditolong akan merasa punya hutang kepada orang yang menolong.

Dalam kesehariannya, orang Madura memang punya kesibukan untuk menggarap sawahnya. Karena mayoritas orang Madura memang berprofesi sebagai petani. Tetapi di tengah kesibukan itu, mereka pantang meninggalkan pekerjaannya di sawah demi membantu tetangga yang kebetulan punya tengka. Namun, jika memang tidak bisa dipaksakan untuk membantu, biasanya akan diganti oleh keluarganya yang lain untuk memberikan bantuan kepada tetangga tersebut.

Beda masalahnya jika ternyata ada orang yang tidak pernah membantu tetangganya. Karena kurang memiliki rasa sosial, misalnya si A tidak pernah mendatangi rumah tetangga untuk membantu kepentingannya, maka jangan harap suatu saat ada tetangga yang akan membantu si A ketika giliran ia yang punya kepentingan. Begitulah orang Madura, dalam bergotong royong harus ada timbal balik. Beda perkaranya jika yang dibangun adalah masjid, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Maka dalam hal ini tidak ada istilah timbal balik.