Krato’ dan Bhengngok, Tanaman yang Sudah Jarang Ditemukan

Advertisement

Ads

Krato’ dan Bhengngok, Tanaman yang Sudah Jarang Ditemukan

Unzilatur Rahmah
Kamis, 30 April 2015

Krato’ dan Bhengngok merupakan salah satu jenis biji-bijian yang biasa dimanfaatkan sebagai sayuran atau camilan. Camilan Kero-Kero merupakan salah satu camilan yang berbahan dasar Krato’ dan Bhengngok. Jika dimanfaatkan sebagai sayuran, bisa tunasnya atau bijinya langsung. Tunasnya bisa dijadikan sebagai salah satu bahan membuat pecelan. Sedangkan sayuran dari biji Krato’ dan Bhengngok langsung, biasanya diolah setelah kering.

Pengolahan biji Krato’ dan Bhengngok terbilang cukup rumit. Karena harus terlebih dahulu ditawarkan racunnya dengan cara direbus lalu direndam ke dalam air selama berhari-hari. Agar tidak bau, airnya pun harus diganti dua kai sehari. Baru setelah itu bisa diolah menjadi sayur atau camilan. Rasa sayur dan camilan biji Krato’ dan Bhengngok memang sangat renyah dan lezat. Sebanding dengan ribetnya pengolahannya.

Namun sayangnya, tanaman bij-bijian yang pohonnya merambat ini sudah jarang ditemukan. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat nampaknya sudah tidak mau terlalu bersusah payah lagi untuk sekadar mendapat lauk atau sayur. Jika ingin, masyarakat biasanya lebih memilih untuk membeli di pasar tradisional. Itu pun sudah sulit didapatkan.




Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/EMC