Kebiasaan Bapak-bapak Merokok Tembakau Original

Advertisement

Ads

Kebiasaan Bapak-bapak Merokok Tembakau Original

Unzilatur Rahmah
Selasa, 14 April 2015

Tembakau merupakan salah satu komoditi Madura yang hingga kini cukup dibanggakan. Meski pada kenyataannya, Tembakau bukan membuat kaya para petani. Melainkan membuat Kaya para pedagang dan pemilik gudang Tembakau yang rata-rata merupakan orang Tionghoa.

Tembakau merupakan tanaman yang dikenalkan ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Masyarakat Madura juga belajar merokok dari penjajah asal Negeri Kincir Angin tersebut. Sejak dulu saat masih belum ada pabrik rokok di Indonesia, masyarakat Indonesia sudah memiliki kebiasaan merokok Daun Tembakau.

Cara Merokok yang dilakukan pun sederhana. Tembakau kering yang sudah dirajang digulung pada selembar kecil Kulit Jagung, kemudian dibakar lalu dihisap. Aktivitas merokok pun tak kalah nikmatnya dengan merokok rokok bermerk seperti sekarang.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kulit Jagung yang digunakan untuk melinting rokok diganti dengan kertas khusus rokok yang mulai diproduksi oleh pabrik. Namun bahan yang digunakan tetap Tembakau original tanpa campuran apa pun. Bahkan beberapa masyarakat menganggap, Tembakau original jika semakin lama disimpan, rasanya akan semakin nikmat.


Kebiasaan merokok Tembakau original pun masih ada beberapa yang melakukannya. Biasanya dilakukan oleh kakek-kakek atau bapak-bapak perokok berat. Bagi mereka, merokok dengan melinting Tembakau sendiri bahkan jauh lebih nikmat dibandingkan membeli rokok dengan merk ternama sekali pun. Selain itu, aktivitas merokok tidak khawatir menguras isi kantong.