Ghâddhâng, Satu Alat Multi Fungsi

Advertisement

Ads

Ghâddhâng, Satu Alat Multi Fungsi

Unzilatur Rahmah
Rabu, 01 April 2015


Ghâddhâng merupakan salah alat tradisional yang terbuat dari Bambu. Dalam Bahasa Sunda, Ghâddhâng disebut dengan Ayakan. Ghâddhâng merupakan salah satu jeni alat yang sangat bermanfaat, bahkan tetap dibutuhkan di jaman modern seperti sekarang. Pasalnya, tak sedikit beras-beras yang dijual di pasaran masih menyisakan kotoran berupa kulit, padi, hingga bercampur dengan batu. Dan salah satu alat yang wajib dimiliki untuk membersihkan kotoran beras tersebut ialah Ghâddhâng.

Ada tiga akativitas yang biasa dilakukan ketika menggunakan Ghâddhâng. Nampèh, ngisè’ dan adi’di’. Nampèh biasanya digunakan untuk membersihkan beras dari sisa-sisa kulitnya. Kulit yang sangat kecil itu dibuat menjadi ke depan lalu dilontarkan ketika berasnya sudah bertumpuk ke belakang. Gerakan Nampèh dengan menggerakkan bagian depan Ghâddhâng ke atas dan ke bawah.

Gerakan Ngisè’ merupakan gerakan yang ditujukan untuk membuat sisa-sisa padi yang kulitnya tidak terkelupas muncul ke atas. Sisa padi tersebut dalam Bahasa Madura disebut La’as. Sehingga untuk La’as menjadi lebih mudah. Karena tidak harus mencakar beras bolak-balik. Gerakan Ngisè’ juga berfungsi sekaligus membuat batu-batu kecil yang bercampur dengan beras berada di posisi belakang. Sehingga lebih mudah dalam mencari dan membersihkan batu-batu tersebut. Gerakannya ialah dengan menggesek-gesekan Ghâddhâng yang sudah terisi beras ke kanan dan ke kiri. Posisi beras agak dipusatkan ke bagian Ghâddhâng di sebelah kanan.

Gerakan Ad’di’ merupakan gerakan yang ditujukan untuk memisahkan Beras Jagung yang agak kasar dari yang halus. Gerakan ini memang khusus digunakan untuk membersihkan Beras Jagung. Gerakan Adi’di’ ialah dengan sedikit menghentak-hentakkan Beras Jagung, dimana di bagian depan Ghâddhâng agak ditundukkan.

Buat kaum perempuan Madura yang tidak bisa menggunakan Ghâddhâng, perlu dipertanyakan nih darah ke-Madura-annya.

Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/EMC