Blijjheh, Salah Satu Cara Ibu-Ibu Madura Mencari Nafkah

Advertisement

Ads

Blijjheh, Salah Satu Cara Ibu-Ibu Madura Mencari Nafkah

Unzilatur Rahmah
Jumat, 03 April 2015


Perempuan Madura merupakan perempuan hebat. Ia bahkan rela bekerja dengan sangat keras demi menambah penghasilan untuk keluarga. Salah satu pekerjaan perempuan Madura, khususnya ibu-ibu, ialah menjadi Blijjheh. Blijjheh merupakan pekerjaan menjual ikan, sayur dan segala jenis kebutuhan lauk-pauk dan bumbu dapur.

Mungkin saat ini sudah banyak Blijjheh atau penjual lauk-pauk yang terdiri dari bapak-bapak maupun ibu-ibu dengan cara menggunakan sepeda motor. Pekerjaannya pun menjadi lebih ringan. Namun ibu-ibu yang menjadi Blijjheh, masih ada yang menjajakan lauk-pauk dengan cara berjalan kaki. Selain berjalan kaki, barang bawaan Blijjheh tersebut diletakkan di atas kepala atau èso’on.

Dengan beban berat di atas kepala, ibu-ibu tukang jual ikan tersebut berjalan hingga 2-3 Km. Rute yang dilewati pun berbeda-beda tiap Blijjheh. Karena jika rutenya sama, akan timbul persaingan yang kurang sehat.

Pekerjaan menjadi Blijjheh yang berjalan kaki memang menguras tenaga. Harus berjalan jauh dengan beban berat di kepala. Meski demikian, penghasilan yang diperoleh lumayan loh. Jika sedang ada rejeki, keuntungan yang diperoleh bisa lebih dari Rp.50.000 tanpa harus dipotong uang bensin untuk berkeliling. Hanya ongkos angkot ketika akan berangkat dan ketika pulang dari pasar menuju titik pertama mulai berjalan kaki. Pekerjaannya pun halal dan tidak terikat dengan orang lain. Pekerjaan ini tentu tidak diminati oleh perempuan-perempuan muda. Alasan utamanya jelas tidak mau lelah, dan menjaga gengsi gede-gedean. 


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/EMC