Adab Berjalan yang Berkembang di Masyarakat Madura

Advertisement

Ads

Adab Berjalan yang Berkembang di Masyarakat Madura

Unzilatur Rahmah
Minggu, 19 April 2015


Berjalan kaki merupakan aktivitas yang masih biasa dilakukan oleh masyarakat Madura. Pergi ke sekolah, ke ladang, ke sungai, atau pun ke toko yang dekat dengan rumah masih dilakukan dengan berjalan kaki.
Selain merupakan aktivitas yang menyehatkan, berjalan kaki bagi masyarakat Madura juga memiliki aturan. Aturan-aturan tersebut antara lain sebagai berikut:

1.       Berjalan dengan tenang jika lewat di dekat rumah orang. Jika melewati halaman rumah atau jalan di depan rumah orang, hendaknya tidak membuat keributan, apalagi berlari. Orang yang membuat keributan atau berlari di halaman rumah tetangga dianggap kurang ajar meski sedang tidak ada orangnya. Karena bisa saja pemilik rumah sedang beristirahat kemudian terganggu karena keributan yang dibuat orang yang sedang lewat.

2.       Jika ada orang di pinggir jalan atau di rumahnya, mengucapkan ghelenun atau ta’langkong. Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada orang yang sedang beraktivitas di pinggir jalan (selain di got), orang yang berjalan dianjurkan untuk mengucapkan ghelenun atau ta’langkong. Begitu pula dengan orang yang bersepeda kepada orang yang duduk atau berjalan di jalan kampung yang sepi. Membunyikan klakson sebagai ganti ghelenun atau ta’langkong justru dianggap tidak sopan

3.       Jangan pernah duduk di got pinggir jalan jika tidak mau dicap negatif. Anak-anak muda yang suka duduk santai atau nongkrong di got, dianggap orang yang tidak punya aturan. Karena membuat orang yang akan lewat merasa tidak nyaman. Apalagi mengganggu atau menggoda orang yang lewat.

4.       Menyapa orang yang dikenal, meski sekadar basa-basi. Ketika sedang berjalan berpapasan dengan orang yang dikenal, menyapa merupakan cara terbaik untuk menunjukkan kepedulian. Meski sapaan tersebut sekadar basa-basi.

5.       Sebaiknya tidak makan sambil berjalan. Ada stigma atau anggapan dalam masyarakat, khususnya bagi anak gadis yang suka makan sambil berjalan, dikhawatirkan seret jodoh. Karena anak gadis yang suka makan sambil berjalan dianggap boros, sehingga para pemuda enggan untuk mendekatinya.