Sejarah Dibalik Keramaian Astah Sayyid Yusuf Sumenep

Advertisement

Ads

Sejarah Dibalik Keramaian Astah Sayyid Yusuf Sumenep

Unzilatur Rahmah
Jumat, 27 Maret 2015

Makam Sayyid Yusuf merupakan salah satu objek yang cukup ramai didatangi para peziarah. Peziarah datang dari berbagai daerah dan suku di Indonesia. Nama Sayyid Yusuf sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar Islam di Nusantara. Namun dibalik kebesaran nama tersebut, ternyata menyimpan kesimpang siuran dalam sejarahnya.

Berdasarkan selebaran yang diberikan kepada para peziarah di Astah Sayyid Yusuf, nama Sayyid Yusuf sendiri merupakan seorang keturunan Nabi Muhammad yang lahir di Makkah. Sayyid Yusuf juga sempat mengenyam pendidikan Al-Qur’an serta Hadist. Ia kemudian melakukan perjalanan sebagai seorang musafir ke arah tenggara hingga tiba di Kalimantan lalu ke pulau Madura.

Yang menjadi simpang siur, bahkan masyarakat setempat sekali pun tidak yakin bahwa makam yang dikunjungi puluhan hingga ratusan peziarah setiap harinya ini, merupakan makam Sayyid Yusuf. Hal ini sebagaimana keterangan berikut :
Ada hal yang menarik tentang awal mula keberadaan makam Sayyid Yusuf . Berawal dari perjalanan Raja Sumenep Sri Sultan Abdurrahman Pangkutaningrat, beserta pasukannya berangkat dari Keraton Sumenep Madura dengan tujuan untuk menyebarkan syiar agama Islam di Kepulauan Bali. Ditengah perjalanan terdapat cahaya terang, sehingga membuat perjalanan mereka terhenti di Pulau Poteran (Kecamatan Talango). Sultan Abdurrahman lantas memasuki hutan belantara tempat asal cahaya itu muncul. Terdapat gundukan tanah, sehingga ketika Sultan Abdurrahman mengucapkan salam, namun suara itu masih tidak jelas.
Beliau bermunajat memohon petunjuk tentang siapa dan darimana asal suara itu. Akhirnya sebuah daun yang bertuliskan “Hadza Maulana Sayyid Yusuf bin Ali bin Abdullah Al-hasani”. Sebelum meninggalkan tempat gundukan tanah yang dipercayai adalah Sayyid Yusuf, Sultan Abdurrahman menancapkan tongkat di dekat makam dan berjanji akan kembali untuk memagar makam itu jika beliau beserta rombongan selamat.
Dari cerita Abu Hasan, salah satu asli warga Talango, memang tidak ada yang tahu pasti tentang keberadaan jasad Sayyid Yusuf . Karena hanya orang-orang yang mempunyai mukasyafah ( orang yang memiliki penglihatan secara batin ) yang dapat melihat kejelasan ada tidaknya jasad pada kuburan Sayyid Yusuf.
Hal lain mengenai riwayat kuburan Sayyid Yusuf adalah banyak sekali kuburan Sayyid Yusuf di tempat lain, bahkan diluar negeri, Namun dari cerita Sayyid Yusuf dalam enam tempat itu terdapat pembedaan versi dalam menceritakan sejarah Sayyid Yusuf. (Doc. Majalah ACTIVITA)
Dari keterangan tersebut, Makam Sayyid Yusuf yang dipercaya berada di Pulau Talango ini menjadi patut diragukan.

Namun bagaimana pun sejarahnya, dan siapa pun orang yang ada di dalam makam tersebut, sebagian besar masyarakat sudah terlanjur percaya bahwa makam Sayyid Yusuf ada di pulau Talango, Sumenep. Dan tujuan masyarakat pergi berziarah hanya untuk berdoa kepada Tuhan di dekat orang yang dipercaya sebagai orang alim. Sejarah pun menjadi tidak terlalu penting di mata masyarakat.



 Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/EMC