Pohon Pisang, Salah Satu Komoditas Unggulan Pedesaan

Advertisement

Ads

Pohon Pisang, Salah Satu Komoditas Unggulan Pedesaan

Unzilatur Rahmah
Kamis, 19 Maret 2015

Di Madura saat ini banyak sekali masyarakat yang beralih menanam Pohon Pisang. Pasalnya, lahan tegalan yang kurang produktif justru merugikan para petani jika ditanami Jagung, apalagi Padi. Tak heran jika masyarakat banyak memilih untuk menanam Pisang.

Dulu, pohon pisang biasanya hanya terdapat di pekarangan atau di pinggir-pinggir lahan yang di tengahnya ditanami Jagung. Tapi sekarang, dalam satu petak, bisa penuh dengan pohon pisang. Akhirnya lahan tersebut menjadi kebun pisang yang cukup menyumbang terhadap penghasilan keluarga para petani.

Pilihan masyarakat untuk beralih ke Pohon Pisang nampaknya juga cukup tepat. Karena saat ini Pisang menjadi salah satu buah primadona. Salah satunya disebabkan banyaknya para penjual pisang keju. Harga pisang pun menjadi lebih baik dibandingkan dulu. Sekarang, untuk jenis Pisang Gajih yang biasa dijadikan bahan utama dalam membuat pisang keju, harga untuk satu tangkai pisang bisa mencapai Rp.10.000 di pedagang.
Gambar PIsang Gajih
Pisang Gajih di Madura Kini Menjadi Primadona
Kalau saat musim buah, satu petak kebun pisang berbuah sebanyak 10-15 batang dengan pisang kualitas sedang, maka uang Rp. 1000.000 bisa dikantongi oleh masyarakat yang memiliki kebun tersebut. Jumlah ini jelas lumayan untuk ukuran kantong masyarakat kecil.

Jumlah ini jelas jauh jika dibandingkan ketika ditanami Jagung. Karena belum tentu dalam semusim bisa mencapai hasil dengan jumlah demikian. Apalagi jika masih dipotong dengan biaya tanam. Sedangkan Pohon Pisang tidak membutuhkan modal terlalu besar. Cukup pupuk – yang tentunya bisa diganti dengan pupuk kandang – dan penjagaan dari hama.

Jika Anda memiliki kebun atau lahan yang kurang produktif, tidak ada salahnya mencoba Pohon Pisang sebagai salah satu pilihan untuk mengisi lahan tersebut.


Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Unzi/EMC