Menanam Pohon, Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Cucu

Advertisement

Ads

Menanam Pohon, Investasi Jangka Panjang Untuk Anak Cucu

Unzilatur Rahmah
Rabu, 25 Maret 2015


Di zaman modern, penebangan liar semakin banyak terjadi. Banyak sekali hutan-hutan besar yang menjadi gundul lantaran kerakusan manusia yang tanpa batas. Tak sedikit pula upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi masalah akibat gundulnya hutan. Salah satunya ialah dengan melakukan reboisasi atau penghijauan.

Namun penggundulan hutan sepertinya tidak terlalu terjadi di daerah Madura. Di samping karena di Madura tidak ada hutan besar, juga karena masyarakat masih bisa menjaga kehijauan Madura. Setidaknya di lahannya masing-masing. Masyarakat Madura khususnya di pedesaan masih memiliki kebiasaan menanam pohon besar.

Masyarakat desa jelas tidak paham soal penghijauan bumi. Tapi mereka sadar dan tahu, bahwa menanam pohon sangat membawa manfaat di kehidupan mendatang. Sejak kecil, masyarakat desa di Madura sudah mulai menanam pohon besar, khususnya Pohon Jati, Pohon Akasia, Pohon Kelapa dan Siwalan. Khusus Pohon Jati dan Akasia, memang diniatkan untuk kepentingan masa depan.

Masyarakat Madura juga memiliki kebiasaan mewariskan beberapa pohon besar kepada anaknya. Khususnya pohon Kelapa, Jati, Akasia dan Siwalan. Jika menanam saat sudah dewasa, pohon itu baru bisa diambil manfaatnya oleh anak nantinya. Ketika pohon yang sudah besar ditebang, biasanya sudah ada bibit baru yang sudah ditanam segera menyusul.

Masyarakat Madura memang tidak tahu bahwa kelangsungan pohon-pohon di bumi sangat menentukan kelangsungan hidup anak cucunya. Namun manfaat dari pohon-pohon besar sebagai perabotan rumah sangat besar bagi anak cucu nantinya. Jika pohon ditebang tanpa ditanami lagi, masyarakat Madura tidak bisa mewariskan pohon-pohon yang kaya manfaat kepada anak cucu.



Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Ahmad/EMC