Inilah Mata Pencaharian Orang Madura

Advertisement

Ads

Inilah Mata Pencaharian Orang Madura

SAKERA MEDIA
Senin, 30 Maret 2015

Sawah Padi di Desa Prenduan - Foto : © 2015 - Ahmad/EMC
Bertani merupakan mata pencaharian hidup utama sebagian besar masyarakat di Madura. Pekerjaan ini tidak hanya ditekuni pada saat musim hujan, melainkan juga musim kemarau. Saat musim hujan, tanaman yang biasa ditanami adalah jagung, kacang, dan kedelai, jika itu lokasinya di tegal dan menanam padi di sawah yang beririgasi atau sawah tadah hujan. Saat musim kemarau tiba, orang Madura menanam tembakau secara besar-besaran untuk keperluan industri rokok kretek.

Buah-buahan seperti mangga, kedondong, srikaya, jambu air, delima, dan duwet adalah tanaman buah-buahan yang ditanam di pagar depan rumah orang Madura. Buah-buahan ini sebagian memang dipasarkan, tetapi pengusahaannya tidak begitu besar.

Kegiatan bertani ini dilakukan sekaligus oleh kaum pria dan wanita. Untuk pekerjaan yang berat-berat seperti membajak dan mencangkul adalah bagian laki-laki. Sedangkan menanam, memberi pupuk, menyiangi, memanen, dan pekerjaan ringan lainnya umumnya dilakukan oleh perempuan. Saat-saat bertanam, orang Madura menghabiskan sebagian besar waktunya di sawah atau tegal, sehingga jangan heran saat sebelum matahari terbit dan setelah terbenam, mereka tidak ditemui di rumahnya. Tidak salah jika orang Madura disebut sebagai orang yang gigih dan tekun dalam bekerja.

selain bertani, mata pencaharian di pulau Madura adalah melaut atau menjadi nelayan bagi mereka yang tinggal di pesisir pantai. Karena pekerjaan inilah orang Madura sanggup abhantal omba’ asapo’ angin (berbantal omba’ dan berselimut angin). Maksudnya, orang yang bekerja sebagai nelayan rela berkawan dengan omba’ dan angin berlama-lama di lautan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Hasil tangkapan tersebut kemudian diserahkan kepada nelayan pangaddhang (penghadang) atau pangamba’ (penjemput) yang datang menjemput dengan perahu yang lebih kecil untuk kemudian dijual di daratan.

Pekerjaan melaut ini bisa dikatakan sangat berisiko, sebab cuaca yang sangat ekstrem di lautan bisa mengancam keselamatan para nelayan. Sebelum berangkat ke laut, sang istri selalu mendo’akan suaminya agar selamat saat berada di lautan.

Di samping itu, berdagang juga merupakan mata pencaharian yang sangat penting bagi orang Madura. Pekerjaan ini bisa dilakukan oleh kaum pria maupun wanita. Umumnya, orang yang tidak bertani akan memilih untuk berdagang, baik di pulau Madura maupun di rantau. Mereka menjual hasil produksinya ke daerah lain atau mendatangkan komoditas yang tidak terdapat di pulau Madura untuk diperdagangkan.