Tanpa Difermentasi pun, Kotoran Ternak Tetap bisa Menjadi Pupuk Organik

Advertisement

Ads

Tanpa Difermentasi pun, Kotoran Ternak Tetap bisa Menjadi Pupuk Organik

Unzilatur Rahmah
Senin, 02 Februari 2015

Kotoran Kambing

Dalam ilmu pertanian, kotoran Sapi, Ayam dan kambing biasanya diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman. Pengolahannya membutuhkan bahan-bahan lain termasuk juga bahan kimia pembunuh kuman. Prosesnya juga membutuhkan waktu beberapa hari hingga pupuk bisa digunakan.

Namun di Madura, kotoran Sapi, Ayam dan Kambing biasanya langsung dipupukkan pada tanaman tanpa diolah terlebih dahulu. Para petani Madura yang biasanya sekaligus memelihara Sapi, Kambing atau Ayam, langsung mengangkut kotoran yang masih bau ke lahan. Ada yang langsung memupukkan pada tanaman, ada juga yang masih menumpuknya di lahan menunggu kapan pekerja bisa memasang pupuk tersebut.

Kotoran sapi yang berupa kencing juga tidak dibuang begitu saja. Masyarakat biasanya mengangkut kencing sapi yang bercampur kotoran tersebut menggunakan timba seng, kemudian disiramkan pada tanaman di pekarangan rumah. Pohon-pohon pekarangan yang mendapat pupuk berupa air kencing biasanya Pohon Pisang, Sirsak, Pepaya dan pohon yang biasa ada di pekarangan lainnya.


Masyarakat Madura seakan tak merasa jijik dengan kotoran ternak yang berbau masih berbau menyengat tersebut. Saat memasang pun, mereka tidak menggunakan masker dan atau sarung tangan. Hasilnya, lahan masyarakat Madura memang tidak terlalu rusak akibat pupuk kimia. Karena diimbangi dengan pupuk organik dari kotoran ternak. 

Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Saiful/EMC