Upacara Toron Tana Untuk Bayi di Madura

Advertisement

Ads

Upacara Toron Tana Untuk Bayi di Madura

Unzilatur Rahmah
Senin, 19 Januari 2015

Kalau berbicara budaya Madura, memang tidak ada habisnya. Salah satu budaya yang hingga saat ini masih eksis adalah upacara Toron Tana (Turun Tanah). Entah budaya ini berasal dari mana, upacara Toron Tana merupakan kepercayaan masyarakat Madura yang belum bisa ditinggalkan. Bahkan ada beberapa orang tua yang tidak meletakkan putra-putrinya di tanah sebelum dilakukan upacara Toron Tana.

Beberapa peralatan yang diperlukan dalam upacara Toron Tana antara lain bubur dan tanah yang dibungkus daun pisang yang dibuat Takèr, selanjutnya diletakkan di atas telanan atau nampan. Selain itu, juga diletakkan buku, Al-Qur’an, Sisir, bolpen, baju, songkok, makanan pokok dan lainnya dalam satu wadah.

Jika semua perlengkapan di atas sudah siap, hadirin akan membaca tahlil atau yasin bersama untuk anak tersebut. Anak yang akan melaksanakan upacara Toron Tana dipangku oleh ayahnya atau keluarganya yang lain. Jika acara tahlil dan tasinan sudah, kaki anak tersebut selanjutnya diinjakkan ke tanah yang sudah dibungkus Takèr. Lalu diinjakkan ke bubur yang sudah disiapkan. Selanjutnya, anak disajikan nampan yang sudah berisi berbagai peralatan seperti buku, Al-Qur’an dan semua peralatan yang disebutkan di atas. Anak diminta untuk mengambil salah satu barang yang ada.
Menurut kepercayaan masyarakat, jika anak mengambil Al-Qur’an, ketika dewasa dia akan menjadi seorang yang cinta pada Al-Qur’an. Jika anak tersebut mengambil sisir atau baju, anak tersebut akan menjadi anak yang suka sekali bersolek. Jika anak tersebut mengambil makanan pokok, ketika dewasa dia akan menjadi orang yang doyan makan. Dan jika dia mengambil buku atau bolpen, dia akan menjadi pelajar sejati.

Jika prosesi sudah selesai, bubur dan tanah selanjutnya diletakkan di padengdeng. Sedangkan barang-barang yang sudah disediakan diberikan kepada anak sekitar yang kurang mampu. Dengan begitu, prosesi upacara Toron Tana pun selesai.

Keterangan:
Takèr : Wadah yang terbuat dari daun pisang yang dibentuk dengan lidi sebagai penguatnya.

Padengdeng : Jalan pertigaan atau perempatan.




Author : Unzilatur Rahmah | Foto : © 2015 - Unzi/eMadura.com